Si Joker ala Indonesia


[PORTAL-ISLAM.ID]   Di medsos ada karikatur badut menyeringai tapi seram bertuliskan “Joker badut penipu paling kejam” sambil menunjukkan tiga kartu yang masing masing bertuliskan “kartu bego”, “kartu nganggur”, dan “kartu laper”. Entah apa maksudnya.

Akhir Oktober 2019 beredar film “Joker” yang dikenal sebagai badut jahat musuh abadi Batman di Gotham. Wajah putih rambut hijau dengan bibir merah lebar tersenyum tetapi menyeramkan. Diperankan oleh Joaquin Phoenix yang menjadi best actor dan merebut piala Oscar. Penjahat ahli kimia dan racun ini meresahkan kota Gotham. Ia adalah tokoh anti-hero atau necessary evil.

Joker tak bisa dilepaskan dari kartu permainan. Kartu joker remi adalah kartu tertinggi yang diidamkan. Keluar saat kebuntuan terjadi. Kartu yang bisa menjatuhkan dan memenangkan. Kartu joker dan kartu As menjadi kartu penentu. Hanya dalam permainan “heart” Joker tidak diperlukan.

Ada dua versi dari sejarah tokoh badut seram Joker ini. Pertama, Joker sebagai Hofnar yang tak lain adalah entertainer atau penghibur kerajaan. Ia memiliki banyak trik dan cara untuk menghibur tamu tamu istana. Kedua, Joker sebagai the fool yaitu tokoh “bego” yang didandani agar tidak dinistakan seperti kisah “si bongkok dari Notredame”. Akhirnya tidak menjadi terlalu seram.

Meskipun demikian tampilan Joker dari lawan Batman adalah humoris yang sadis, penipu dan psikopat. Ia punya masa lalu yang diancam pisau oleh ayahnya yang pemabuk sambil berkata “why so serious ?”. Masa lalu yang buruk menjadikan dirinya berubah watak menjadi penjahat yang kejam tetapi dapat tersenyum lebar. Batman memasukan ke cairan yang merusak wajahnya. Jadilah Joker sebagai musuh abadi.

Joker memiliki karakter yang buruk. Pertama, raja tega dimana ia bisa tertawa ditengah orang menderita. Kedua, senang membuldozzer aturan “the only sensible way to live in this world is without rules”. Ketiga, memakan yang lemah “manusia makhluk egois, yang untuk mendapatkan keripik dapat memangsa manusia lainnya”. Keempat, hidup yang tidak perlu serius, santai dan tak peduli, “why so serious ?” katanya.

Joker berada di sekitar kita. Melekat pada para penjahat hukum, ekonomi, maupun politik. Mereka adalah tokoh tokoh yang serakah, tak peduli, selalu senyum dan seenaknya melabrak aturan. Ia ada di ruang partai, parlemen, perusahaan, BUMN, istana, bahkan pengadilan. Penjahat yang memakan manusia lain demi keripik emas dan panjangnya digit saldo.

Joker harus segera dikalahkan dan dihancurkan oleh Batman penegak kebenaran dan keadilan. Tak usah nunggu pindah ke ibu kota baru. Di Gotham saja.
Now and here..!

Penulis: M Rizal Fadillah
loading...