Ferdinand Terus Serang Anies Baswedan, Kenapa Masih Dipertahankan Demokrat? Ada Motif Apa Dibaliknya?


[PORTAL-ISLAM.ID]  POLITISI Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai aksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meninggalkan sepucuk surat di masing-masing kamar hotel untuk petugas medis kasus Covid-19 sangat kental dengan motif politik.

"Selamat Datang 2024," cuit Ferdinand melalui akun twitternya @FerdinandHaean2, Kamis (26/3) sambil mengunggah berita soal Anies yang meninggalkan surat untuk petugas medis. Surat Anies dimasukkan ke dalam Amplop dan ditempatkan di masing-masing kamar hotel Grand Cempaka yang disediakan oleh Pemrov DKI Jakarta untuk para petugas medis.

Dikonfirmasi lebih lanjut Ferdinand menambahkan, hal itu adalah cara Anies memanfatkan Corona untuk kepentingan politiknya. "Iya dia cari perhatian dan simpati. Politiknya kental banget," ungkap Ferdinand.

Diketahui bahwa, di setiap kamar hotel, Anies menitipkan sepucuk surat berisi dukungan dan ucapan terima kasih yang ditujukan untuk pengorbanan para petugas medis. Anies melanjutkan, saat ini ibukota negara sedang menjalani masa-masa sulit. Namun di masa sulit itu, para garda terdepan tersebut berjuang dengan sangat mulia meski penuh tantangan dan risiko. "Pada ibu, bapak dan rekan-rekan semua, kami di Pemprov DKI Jakarta dan atas nama seluruh warganya menyampaikan rasa hormat, mengirimkan dukungan penuh dan tetap terus mendoakan," ujar Anies.

Tak lupa di akhir surat, Anies menitip salam untuk para keluarga petugas medis itu di rumah masing-masing. "Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan serta tetap memberikan kesehatan,  kekuatan, dan kesabaran pada ibu, bapak dan rekan-rekan dalam menuntaskan misi mulia ini," tutup Anies yang ditandatangani dengan  tinta berwarna biru.

Sumber: Media Indonesia

***

Berita Media Indonesia ini pakai judul "DEMOKRAT".

Tak salah juga kalau media membuat judul seperti itu. Walau itu (mungkin) hanya sikap pribadi Ferdinand, tetapi karena ybs adalah masih kader dan pengurus DPP Partai Demokrat.. maka media menjadikan ocehan Ferdinand sebagai sikap Partai Demokrat. Demokrat dijadikan sebagai JUDUL.

Walaupun (mungkin) DPP atau Ketum Partai Demokrat menyatakan bahwa itu hanya sikap pribadi kadernya, bukan sikap partai... TAPI tetap nama partai sudah dilekatkan dengan Ferdinand. Otomatis opini ke publik itu pernyataan Demokrat.

JADI... pertanyaannya kenapa Ferdinand masih dipertahankan oleh Partai Demokrat?

PADAHAL... Ferdinand bukan sekali dua kali menyerang Anies Baswedan, tapi berkali-kali (hampir) setiap hari menyerang Anies di sosmed.

Sementara ada pengurus Demokrat yang mendukung dan membela Anies.

TAPI.. sekali lagi.. kenapa Ferdinand masih dipertahankan Demokrat? Tidak bisa hanya berdalih bahwa omongan Ferdinand hanya sikap pribadinya. Karena publik dan media akan menjadikan omongan Ferdinand sebagai label Demokrat.

AKHIRNYA... publik menduga-duga, kenapa Ferdinand yang seperti itu masih dipertahakan Demokrat.

JANGAN salahkan publik kalau punya penilaian macam-macam dengan Demokrat. Karena Demokrat sendiri tidak tegas dengan Ferdinand.

"Ferdinand itu penganti si ruhut. Demokrat sengaja memilihara congor ferdinand buat menghadang elektabilitas lawan AHY kemudian hari seperti Anies Baswedan," ujar @Kivlanov.