Erdogan: 2.100 Tentara Assad Tewas


[PORTAL-ISLAM.ID] Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Sabtu (29/2/2020) bahwa Ankara telah meminta Moskow untuk tidak terlibat dalam perang melawan pasukan rezim Assad di Idlib ketika pasukan Turki terus menargetkan posisi rezim di Suriah utara.

"Saya meminta Putin agar Rusia meninggalkan pasukan Turki sendirian untuk melawan rezim Assad," kata Erdogan pada sebuah pertemuan di Istanbul.

Erdogan mengatakan bahwa ia menyampaikan permintaan ini kepada mitranya dari Rusia Vladimir Putin dalam panggilan telepon baru-baru ini.

"Kemarin, saya juga bertanya kepada Putin "Apa urusanmu di sana [di Suriah]? Jika Anda ingin memiliki pangkalan militer di Suriah, maka lakukanlah. Tetapi keluarlah dari jalan kami dan biarkan kami berurusan dengan rezim Assad dan kami akan melakukan apa yang perlu," kata Erdogan.

Dia menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Turki (TSK) berhasil mematahkan pengepungan di selatan Idlib sepenuhnya.

Erdogan juga mengatakan TSK telah menghancurkan tujuh pabrik senjata kimia, dan hampir 300 kendaraan militer, termasuk 94 tank, dan menewaskan lebih dari 2.100 pasukan Assad, seperti dilansir DailySabah.

Dari berita yang beredar, selain tentara Assad, belasan tentara Rusia juga tewas. Termasuk pasukan Syiah juga tewas.

Presiden Erdogan mengatakan kehadiran pasukan Turki atas permintaan dari rakyat Suriah yang tertindas.

"Kami berada di Suriah atas undangan dari rakyat Suriah. Kami hanya ingin mengamankan zona perbatasan yang aman. Kami tidak peduli dengan minyak (oil), tanah (soil) atau apapun," tegas Erdogan.

Tidak ada motif Turki untuk menguasai minyak atau tanah Suriah.

[Video - Pernyataan Erdogan]
loading...