UAS: Virus Corona adalah Tentara Allah untuk Melindungi Muslim Uyghur


[PORTAL-ISLAM.ID]  Ustadz Abdul Somad dalam sebuah ceramah di Malaysia yang videonya dilansir sejumlah akun facebook belum lama ini menjelaskan bahwa wabah virus corona yang menjangkiti Wuhan, China adalah tentara Allah untuk melindungi muslim Uyghur yang selama ini tersandra kebebasannya dalam menjalankan agamanya.

Kasus ini mengingatkan sejarah Nabi Muhammad sebagaimana digambarkan dalam Alquran Surat Alfiil ayat 3. Ketika itu Raja Abrahah mengirim pasukan gajah untuk menghancurkan kabah. Tapi ternyata tentara Allah lebih hebat. Akhirnya tentara gajah pun kocar kacir setelah Allah mengirim ribuan burung ababil yang menjatuhkan kerikil panas kepada pasukan gajah tersebut.

“Allah memang sayang pada ummat ini. Ummat kehilangan kekuasaan, ummat kehilangan khalifah,  ummat kehilangan kesultanan, yang bisa hanya membaca Alquran dan berdzikir. Tapi Allah masih iba dan Allah tolong hambanya dengan banyak tentara. Ada pula yang terakhir ini tentara Allah bernama corona.”

“Orang yang berada di Uyghur, tidak terkena virus ini. Banyak orang terheran-heran, apa sebab. Salah satunya karena mereka selalu berwudhu, salah satunya membasuh tangan. Orang tidak akan terkena pada orang yang selalu menjaga kesucian. Mereka makan binatang yang disembelih, yang dimasak, bukan daging mentah, bukan makan darah. Sebab di dalam darah ada bakteria penyakit. Manakala ajaran Islam diamalkan, maka pertolongan Allah datang,” kata Ustadz Abdul Somad.

“Intansurullah, yansurukum. Barang siapa yang menolong agama Allahmaka Allah akan menolongmu. Kalaulah bukan karena pertolongan Alalh, sudah lama Islam ini musnah dari muka bumi Allah.  Wama karuu, mereka membuat tipu daya. Wamakarallah, Allah balas tipu daya mereka. Wallahu khairul maakirin, dan tipudaya Allah itu lebih hebat dari tipu daya yang mereka lakukan,” demikian penggalan ceramah UAS.

Hingga hari ini menurut CNN 11 Februari 2020, otoritas kesehatan Hubei, China, melaporkan data terbaru bahwa 1.013 orang meninggal dunia karena virus corona di Provinsi Hubei pada Senin 10 Februari 2020

Laporan baru kasus ini meningkatkan jumlah kematian total di pusat epidemi ini menjadi sebanyak 974 kasus. Kondisi tersebut membuat jumlah kematian total di daratan China setidaknya mencapai 1.011 kasus. Sementara itu, secara global, total 1.013 orang meninggal dunia, termasuk satu kasus kematian di Hong Kong dan satu kasus kematian di Filipina.

Sumber: Hajinews