Kritik Fahri pada Pengangkatan Staf Khusus Milenial Jokowi


[PORTAL-ISLAM.ID]  Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menyebut tujuh staf khusus Presiden Joko Widodo dari kalangan milenial tidak menjawab masalah sesungguhnya yang dihadapi Indonesia.

"Digital itu menurut saya bukan persoalan dasar bangsa Indonesia," kata Fahri dalam keterangannya, Jumat (22/11/2019).

Fahri menyebut persoalan dasar bangsa Indonesia saat ini adalah sektor riil. "Apa yang kita produksi sendiri, apa yang kita makan, kita pakai, tanam, apa yang kita gunakan sehari-hari," kata mantan Wakil Ketua DPR RI itu.

Dikatakan Fahri bahwa staf khusus adalah pekerjaan yang tidak menoleransi sosok dengan kapasitas tidak memadai. Orang yang menjadi staf khusus harus memberikan segenap keahlian, tenaga,  termasuk talentanya untuk membantu presiden.

Fahri sendiri tak yakin nama-nama staf khusus yang ditunjuk Jokowi kemarin memang dipekerjakan sebagai staf khusus. Fahri menduga Jokowi menggunakan istilah staf khusus karena telah kehabisan istilah lain untuk menamakan orang-orang yang ditunjuknya kemarin.

"Mungkin juga fungsinya dibuat lain, mungkin semacam etalase. Kalau bahasa umumnya, sebenarnya bisa dianggap sebagai duta dari anak-anak muda dan milenial yang oleh presiden dianggap punya keahlian tertentu, prestasi tertentu, untuk dikomunikasikan," kata Fahri.

"Mendorong anak-anak muda Indonesia untuk berkiprah dan berani mengambil tindakan atau keputusan untuk maju ke depan," imbuhnya.

Namun, kembali Fahri mengingatkan dunia digital bukan persoalan utama Indonesia. Kalaupun ada pertumbuhan ekonomi digital, kata Fahri, tidak menjamin sektor produksi akan surplus.

Menurut Fahri pertumbuhan ekonomi digital justru bisa membuat masyarakat Indonesia hanya menjadi konsumen produk asing.

Presiden Jokowi pada Kamis (21/11) sore resmi mengenalkan tujuh staf khusus dari kalangan milenial. Para stafsus itu berusia di bawah 40 tahun. Mereka di antaranya Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara (29), CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung (23), CEO Amarta Andi Taufan Garuda Putra (32).

Kemudian Perumus Pergerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi (36), Pemuda asal Papua Gracia Billy Mambrasar (31), Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia (32), dan mantan Ketua Umum PMII Aminuddin Ma'rufruf (33).

Sumber: CNNIndonesia