Disaksikan Kiai Thohir, Partai Gelora se-Madura Terbentuk


[PORTAL-ISLAM.ID]  Tampak di foto, Kiai Amin Zaki Ketua Partai Gelora Pamekasan mengenakan jaket Gelora disaksikan Kiai Muhammad Thohir bin Kiai Abdul Hamid.

“Saya pesan ya, nanti akan saya pakai,” kata Kiai Muhammad Thohir. Kiai yang biasa dipanggil Lora Thohir ini menyediakan kediaman beliau sebagai tempat acara penyerahan SK Ketua DPD Partai Gelora se-Madura, Kamis (28/11/2019).

Setelah foto Lora Thohir dengan Fahri Hamzah tersebar luas, seorang bertanya pada beliau, “Apa sekarang ajunan pindah ke Gelora, Kiai?”

“Saya tidak pindah partai, lha memang sebelumnya saya bukan anggota partai apapun,” jawab beliau... “Di Gelora pun saya tidak akan menjadi anggota dan apalagi pengurus. Tapi saya serius memberikan dukungan!”

Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bata-bata, tadi malam menjadi saksi terbentuknya kepengurusan Partai Gelora se-Madura.

Saya sendiri ketika mengetahui Lora Thohir memberikan dukungannya dan menginisiasi pembentukan kepengurusan DPD seluruh Madura, seperti tidak percaya.

Bata-bata adalah pondok pesantren terbesar di Madura. Ketokohan Lora Thohir benar-benar mengakar. Maka seorang kawan, anggota DPRD PPP di Pamekasan berujar, “Kalau memang Lora Thohir yang jalan, Madura terutama Pamekasan pasti futuh!”.

Tadi malam aroma tembakau begitu harum. Seharum ketulusan dari semua orang yang hadir di ruangan itu.

Diskusi hangat sempat berlangsung, seperti air asin jelang menjelma garam. Terkait finansial, modal awal pembentukan partai, sewa rumah untuk kantor dan lain sebagainya.

Gus Sirot dan Mas Misbahul Munir, Ketum dan Sekum DPW Partai Gelora Jawa Timur memberikan penjelasan bagaimana kolaborasi itu kita lakukan. Termasuk juga sharing pembiayaan dengan semua pihak.

Tak ada sedikit pun raut kecewa dari Ketua DPD Pamekasan, Sumenep, Sampang dan Bangkalan beserta seluruh jajarannya. Mereka semua mengangguk, senyum tetap tersungging.

Seorang di antaranya saya lihat matanya terpejam. Namun setelah ia kembali membuka mata, segera menampakkan senyum, diiringi anggukan tulus.

Kesamaan ide, itu yang mahal. Tidak akan bisa ditukar uang, berapapun jumlahnya. Kesediaan untuk memposisikan diri yang mempunyai tanggung jawab, hak dan kewajiban yang sama, semua inilah yang akan merekatkan. Bukan tumpukan rupiah yang biasa diajukan partai-partai.

Kehangatan ini semoga terus tercipta. Hingga kelak Partai Gelora telah meratai Madura. Sebagaimana tembakau Madura yang telah melambungkan Madura hingga Dunia.

Atau seperti hamparan putih garam di tambak-tambak petani. Kelak kita akan memanen bersama, untuk Madura Sejahtera dan Berkemajuan.

Oleh: Ustadz Abrar Rifai

Baca juga :