VIRAL... Masjid Akan Disita dan Dilelang Bank, Ini Penjelasan Takmir


[PORTAL-ISLAM.ID] SUKOHARJO - Sebuah masjid di Desa Kriwen, Kabupaten Sukoharjo mendadak jadi perbincangan seru di media sosial. Pasalnya, masjid tersebut akan dilelang sebuah Bank.

Masjid Riyadhul Jannah yang berada di RT 3 RW 1 dukuh Bangsri Cilik, desa Kriwen, kabupaten Sukoharjo kini jadi ramai dikunjungi orang.  Penyebabnya adalah kabar yang beredar di media sosoal bahwa sebuah Bank akan melelang mesjid tersebut sebesar Rp 625 juta.

Seperti dikabarkan Kantor Berita RMOLJateng, akibat unggahan di medsos, dalam beberapa hari ini masjid tersebut ramai didatangi banyak pihak untuk mengetahui duduk permasalahannya.

Sri Mulyono, takmir Masjid Riyadhul Jannah mengatakan, sebulan sebelumnya ada orang dari BPR Central Internasional Solo, memasang spanduk bertuliskan "Tanah dan bangunan ini dalam pengawasan PT BPR Central Internasional".

"Sebulan lalu spanduk itu dipasang lalu menjadi viral di media sosial. Saya amanahnya hanya menjaga masjid ini, saya tidak tahu menahu. Banyak yang datang ke sini untuk membantu," kata Mulyono kepada media, Selasa (29/10/2019).

Dituturkan Mulyono, tanah dan masjid tersebut milik almarhum Yatimin Yitno Diharjo, pemilik Perusahaan Bus Wahyu Putro Sukoharjo.

Diduga, sebelum didirikan masjid, tanah seluas 1.000 meter tersebut diagunkan oleh salah seorang anak pemilik. Masjid itu sendiri diresmikan pada 2011 oleh Yatimin, sebelum meninggal dunia.

"Katanya tanah masjid ini diagunkan senilai Rp 400 juta dari tahun 2011 sampai sekarang baru diurus dan ada berita akan dilelang," imbuhnya.

Mulyono bersama warga berharap masalah masjid bisa selesai dengan baik. Dan warga bisa tenang beribadah.

Kabar masjid yang akan dilelang pun sampai ke telinga Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi. Dia juga sudah mendatangi masjid tersebut untuk menanyakan duduk permasalahan.

"Saya prihatin mendengar informasi ini, saya ingin tahu dari pengurusnya langsung. Dan kita akan bergerak membantu," kata Purwadi saat ditemui di lokasi masjid.

Purwadi berharap masalah tersebut bisa selesai dengan damai dan kekeluargaan. Apalagi pihak keluarga yang berniat mewakafkan masjid tersebut sudah pasrah.  [RMOL]

Baca juga :