Rocky Gerung: Legalitas Ada di Mahkamah Konstitusi Tapi Legitimasi Ada di Hati Rakyat


[PORTAL-ISLAM.ID]  Pengamat politik Rocky Gerung memberikan komentar setelah Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto - Sandiaga Uno membawa hasil pemilihan presiden (pilpres) ke tingkat Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal ini disampaikan Rocky Gerung saat menjadi narasumber di acara e-Talkshow, Jumat 31 Mei 2019.

Rocky menganggap hal yang diajukan oleh Prabowo-Sandi adalah soal kuantitatif atau angka hasil pilpres.

"Kemarin saya lihat Tim Prabowo bawa ke Mahkamah Konstitusi, akhirnya memilih itu terus yang ingin dipertengkarkan di situ sifat kuantitatif dari hasil pemilu itu," ujar Rocky Gerung.

"Saya anggap bahwa itu jalan untuk menghasilkan mutu pemilu dari sudut aspek teknisnya yang dipersoalkan adalah benar enggak jumlah suara begitu."

Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi juga harus bisa membuktikan bahwa MK bisa menghasilkan mutu pemilu tersebut.

"Tapi itu jenis kebenaran di Mahkamah Konstitusi yang masih harus didalilkan oleh si pemohon," kata Rocky.

"Di publik ada jenis kebenaran lain yaitu legitimasi, jadi legalitas ada di Mahkamah Konstitusi tapi legitimasi ada di hati rakyat. Dan rakyat menolak itu."

Menanggapi hal itu, pembawa acara menganggap rakyat yang disebutkan Rocky tidak lebih banyak dari rakyat yang telah menjatuhkan pilihannya pada pasangan calon Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

"Loh tapi rakyat sebelah mana dulu Rock. Rakyat kan katanya KPU yang mengumumkan kemarin itu jumlahnya sudah sebagian besar ke Jokowi," cecar pembawa acara.

"Justru itu, justru sebagian besar itu yang dipertanyakan rakyat yang lain, jadi ini sebetulnya pertarungan antar rakyat saja," jawab Rocky.

"Memang Mahkamah Konstitusi itu boleh memeriksa kasus, tapi sebetulnya lebih dari itu dalam pendapat saya Mahkamah Konstitusi itu mesti melihat dengan sudut pandang lain yaitu protes publik dan itu tidak mungkin hanya sekedar dibuktikan dengan selisih angka."

"Mesti dibuktikan selisih yang diperlihatkan oleh KPU bisa dinyatakan keliru bila ditemukan lebih dari itu oleh BPN, itu menghitung sebetulnya, dan hitungan itu kan rumit kita lupa bahwa salah satu tugas dari Mahkamah Konstitusi adalah menjamin pemilu yang jujur dan adil."

"Kata jujur dan adil itu kata yang kualititaif yang tidak ada dalam kalkulator pemilu, jujur dan adil itu adanya di hati orang itu."

Rocky meminta agar MK juga memeriksa kejujuran dan keadilan dari pemilu tersebut.

"Jadi dia yang merasakan iya benar bisa dibuktikan bisa dibatalkan jumlahnya tapi kok gue rasa ada yang enggak jujur dan adil, jadi sifat jujur dan adil itulah yang harus diperiksa Mahkamah Konstitusi itu," tambahnya.

Sumber: Tribun
Loading...