Prabowo Memang Harus Keras Soal Pertahanan


Prabowo Memang Harus Keras Soal Pertahanan

By: Asyari Usman

Ada yang menggoreng reaksi keras Prabowo Subianto (PS) soal pertahanan ketika debat televisi, malam tadi (30/3/2019). Ada yang mengatakan Pak PS terlalu emosional. Menjadi tak terkendali, menunjukkan dia pemarah, dsb.

Semua orang tahu PS pasti akan “naik pitam” kalau dia melihat pertahanan negara dilecehkan. Dianggap enteng. Anggarannya dibuat kecil. Sebab, dia merasakan langsung beratnya mempertahankan NKRI. Dia puluhan tahun menjadi tentara. Dia mengerti detail soal pertahanan.

Karena itu, tidak ada yang aneh kalau Pak PS “marah” ketika mendengar orang yang sok paham mengenai pertahanan. Sok tahu seluk-beluk perangkat lunak dan perangkat keras pertahanan.

Pertahanan negara adalah aspek yang paling fundamental bagi eksistensi sebuah negara. Kekuatan pertahananlah yang mengantarkan Indonesia menjadi negara merdeka. Bukan kekuatan ekonomi yang dipandang orang.

Prabowo tahu persis kondisi pertahanan. Itu sebabnya beliau berani mempersoalkan briefing pertahanan yang diterima Jokowi dari para pembantunya.

Prabowo sudah sangat geram melihat begitu mudah teritorial RI ini diterobos oleh siapa saja, kalau mereka mau. Sangat lemah. Rentan sekali. Perbatasan yang terbuka lebar di mana-mana.

Isu pertahanan negara pastilah akan selalu menjadi prioritas Presiden Prabowo kelak setelah dia dilantik. Pertahanan yang kuat pasti akan membawa efek wibawa negara. Tidak berbeda dengan seorang laki-laki. Kalau dia memiliki otot yang tegap dan keras, pasti tidak ada yang akan coba-coba mengganggu.

Sebagai contoh, India tidak pernah bisa mengintimidasi Pakistan karena negara ini punya senjata nuklir. Pakistan tidak kuat secara ekonomi, nanum negara-negara kuat di sekelilingnya tak berani macam-macam.

Sebelum Anda, utamanya para musuh Prabowo, menjatuhkan penilaian pada beliau, sebaiknya pelajari dulu sejarah jatuh-bangun banyak negara gara-gara kekuatan pertahanan.

Jadi, bagi saya, Pak PS memang harus keras dalam soal pertahanan. Ini soal hidup-mati sebuah negara. Soal dihormati atau dilecehkan. Semoga kalian paham!

(Penulis adalah wartawan senior)