Kill the DJ, Lagu Goyang Jempol, Dan Praktik Plagiarisme Kotor


Oleh : Kawendra Lukistian, SE, MSn
(Produser / Praktisi Industri Kreatif)

Perhelatan kontestasi politik di 2019 ini, memberi warna tersendiri bagi kehidupan masyarakat Indonesia, Gaduh, ramai, ya memang begitu adanya, para praktisi kreatif pun tak ingin ketinggalan berkontribusi dalam berbagai karya.

Beberapa hari belakangan ini ramai video goyang jempol yang ada kata gaspol-gaspolnya itu, karya lagu tersebut di klaim persembahan seorang musisi asal Jogja pendukung kubu 01 petahana, Marzuki Mohamad alias 'Kill the DJ' yang merupakan salah satu personil Jogja Hip Hop Foundation

Video yang melibatkan banyak publik figure, dari mulai Yeni Wahid, Hanung Bramantyo, Desta, Cak Lontong, Kirana Larasati dll tersebut, memang sekilas notasinya catchy, mudah di ingat. Tapi seiring pengakuan tokoh utama yang mengaku mempersembahkan karya tersebut, netizen pun banyak yang mencurigai bahwa karya lagu tersebut bukanlah original dari yang mengaku mempersembahkan karyanya

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata, notasi dari lagu tersebut hampir 100% sangat mirip dengan lagu 'Katusya' yang merupakan lagu patriotis Rusia yang diciptakan pada tahun 1938 oleh Matvei Blanter dengan lirik dari Mikhail Isakovsky. Lagu ini mengisahkan seorang gadis yang merindukan kekasihnya, seorang prajurit yang sedang bertugas di perbatasan nan jauh. Lagu ini pertama kali dinyanyikan oleh siswi dari sekolah industri Rusia di Moskow untuk mengucapkan selamat tinggal pada tentara Rusia yang terjadi di depan pertempuran melawan Nazi Jerman pada bulan Juli 1941, dan lagu Katusya tersebut seiring ketenarannya, mulai dipergunakan oleh Tentara Merah Rusia pada Perang Dunia 2.

Melihat fakta diatas, artinya lagu tersebut bukanlah original karya Marzuki Mohamad 'Kill The DJ" yang pernah komplain keras (sampai ngatain bangsat -red) soal plagiarisme saat lagu 'Jogja Istimewa' milik grupnya dipakai oleh relawan yang berbeda pandangan politik, padahal saat itu dia ingin dihargai dan dihormati karya ciptanya. Padahal dalam sebuah ketentuan umum di dunia, sebuah lagu dikategorikan menjiplak ketika ada kemiripan sebanyak 8 bar, dan lagu lagu Goyang Jempol buka hanya 8 bar, bahkan hampir 100% memiliki kesamaan dengan lagu Katusya.

Semoga dari TKN atau Para Pendukung 01 yang membidani lahirnya lagu dan video goyang jempol tersebut, ada pengakuan bahwa memang betul lagu tersebut adalah hasil jiplakan yang notasinya hampir 100% mirip, bila tidak ada pengakuan sungguhlah ini terang-terangan bentuk plagiarisme kotor.

Sumber: fb penulis

[video]

Baca juga :