Fahri Hamzah: Hilangnya Freedom Of Speech, Apakah Jokowi Tidak Boleh Dipersalahkan?


Saya kenal Robert sejak kuliah di UI, lawan debat yang berat, dan berbeda dalam banyak hal. Tapi penangkapan dia oleh aparat adalah tragedi pada kebebasan berpendapat dan ekspresi. Dia hanya mengingatkan kita soal bahaya #DwiFungsiABRI, masa lalu kita yg kelam...

Kampusku,
Bangkitlah kalian,
Eksistensi Kalian mulai hilang,
Mengapa kalian biarkan?
Rektor sudah mati,
Dekan sudah di-persekusi,
Mahasiswa sudah pergi,
Mimbar Kalian sudah terintimidasi,
Dan sekarang dosen diusir dan ditangkapi.

Kampusku,
Masih adakah harapan bagi akal budi?

Teman-teman yg biasanya punya pendirian tentang kebebasan sipil, #FreedomOfSpeech, HAM, dll sekarang mulai hilang. Lalu setelah Robert ditangkap, mungkin mulai menyesal. Entahlah, aneh saja kalian. Munafik dan menyebalkan. Kebencian kalian pada suatu kaum bikin kalian tumpul.

Aku sudah lama mengkhawatirkan tindakan aparat terkait kebebasan berpendapat. Tapi kalian menikmati benci kalian kepada yang ditangkap dan dipersekusi; Ratna, Dhani, Neno, Slamet, dan banyak lagi. Sekarang kezaliman ini mendekati kita dan kalian mau apa? Ayo puji aparat kalian!

Robert yang aku kenal gak pernah berubah, saya tau dia sinis sama kami anak mushola. Tapi aku hargai keberaniannya kepada rezim orde baru. Kritiknya di dalam kampus keras. Tapi dulu, meski orde baru rezim tentara tetapi kampus masih bisa menegakkan mimbar akademiknya.

Robert, setahu saya kritis kepada cara negara menggunakan kekuasaan dan kepada pelibatan militer aktif dalam pemerintahan sipil. Tapi, setahu saya juga, dulu Robert tidak pernah ditangkap karena bicara. Tiba2 sekarang, ia ditangkap dan jadi tersangka. Ini agenda siapa?

Sekarang, secara kasat mata, aparat mendatangi kampus untuk melarang diskusi dan seminar, kelompok sipil bersenjata tajam kadang memburu pembicara sampai masuk ke bandara, dan menolak mereka datang bicara. Aparat kadang ikut mendesak pembicara pulang. Demi keamanan katanya.

Saya adalah wakil ketua @DPR_RI yang mengkordinir pengawasan sektor pendidikan tinggi, hanya bisa sedih karena ketika saya diundang ceramah oleh mahasiswa, rektor dan pejabat kampus ada yang ditekan dan akhirnya saya dilarang bicara. Ini gelap gulita dialami oleh banyak orang.

Apakah pak @jokowi tidak boleh dipersalahkan karena hilangnya kebebasan berpendapat ini? Kita mau salahkan siapa?

(dari twit @fahrihamzah 07-03-2019)