Jangan Ikutan Dungu dengan #UninstallBukalapak


[PORTAL-ISLAM.ID]  Cuitan CEO Bukalapak, Achmad Zaky berujung tragedi. Maksud baiknya disalahartikan hanya karena berharap pada Presiden baru.

Mereka yang sensi, sumbu pendek, cekak dompet, dan gampang emosi pun lekas mencak-mencak dengan pongah #UninstalBukalapak

Medsos pun riuh. Maksud Zaky berharap kebaikan dengan kritik mendukung, malah dihabisi. Zaky sudah minta maaf. Padahal ia tak keliru.

Hingga tulisan ini dibuat #uninstallbukalapak sudah diperbincangkan sekitar 40k di twitter.

Kenapa sih harus sedungu itu memaknai cuitan Zaky? Apa karena selama ini Pemimpin Kagetan diasumsikan dekat dengan Zaky, diberi banyak panggung, kok malah aneh-aneh menulis harapan kepada Presiden baru?

Beruntungnya, di negeri ini masih ada sekawanan netizen yang berupaya menggunakan akal sehat. Sebagai lawan dari #uninstallbukalapak, netizen berakal sehat ini menggulirkan gerakan #dukungbukalapak.

Meski baru sekitar 30k percakapan, #dukungbukalapak ini sudah menduduki trending pertama. Jumlahnya terus menanjak dan dalam waktu dekat akan mengejar. Semoga.

Netizen yang #dukungbukalapak sebagian besar memiliki alasan yang logis, berbeda dengan pelaku #uninstalBukalapak yang terkesan emosional dan sporadis.

Mereka #dukungbukalapak karena Bukalapak menjadi unicorn dalam negeri yang teguh dari godaan uang asing juga rajin membantu pelaku usaha kecil-menengah yang kian sukar memasarkan produknya. Meski Bukalapak juga tak sempurna, tapi layak didukung sebagai karya anak bangsa.

Sedangkan pelaku #UninstallBukalapak umumnya karena Zaky menyampaikan harapan kepada Presiden baru di akhir cuitannya.

Padahal loh ya, kalau mau mikir, cuitan Zaky ini normal saja loh. Presiden sekarang kan 2014-2019. Sudah mau habis masa jabatan. Berat berharap padanya, mengingat janji-janji lain juga banyak yang belum ditunaikan.

Maka merujuk kepada cuitan Zaky, siapa pun nanti yang terpilih pada pilpres 17 April 2019, dialah yang disebut Presiden baru masa jabatan 2019-2024.

Terus kenapa harus marah-marah? Ya gampang saja, jangan-jangan makin panik dan merasa beneran kalah, padahal pencoblosan masih sekitar 9 pekan lagi.

Jadi maklumi saja. Namanya panik. Kata Ustadz Felix Siauw, orang kalau panik akan tenggelam, jerami saja diraih untuk dijadikan pegangan.

Kasihan ya. Belum tanding sudah yakin kalah, sudah optimis Janc*knya gak terpilih lagi.

Penulis: Pirman
Loading...