ISTILAH “PERANG TOTAL” DARI MOELDOKO SINYAL KEKALAHAN JOKOWI


ISTILAH “PERANG TOTAL” DARI MOELDOKO SINYAL KEKALAHAN JOKOWI

Oleh: Dr. Ahmad Yani, SH.,MH.

PIDATO PERANG TOTAL ialah pidato terkenal yang disampaikan Joseph Goebbels pada tgl 18 Februari 1943, ketika Jerman Nazi mulai mengalami kekalahan Perang Dunia II.

Pak Moeldoko menggunakan istilah PERANG TOTAL itu, justru memperlihatkan bahwa dalam kalkulasi internal TKN, Jokowi kalah.

“Kita akan menggunakan istilah perang total” kata Pak Moeldoko. Berarti ia sedang meyakinkan, meskipun mereka sudah tahu akan kalah, tetapi masih ada sisa amunisi meskipun kecil kemungkinan untuk memperbaiki keadaan dan memulihkan situasi.

Perang total adalah istilah bagi pasukan perang yang sekarat, sebagai bentuk penyelamatan muka dan harga diri dari kekalahan.

Pengambilan kata perang total oleh Goebbels ketika Nazi sudah menghadapi situasi sulit. Apakah tim Pak Jokowi sudah menghadapi situasi sulit itu?

Menurut saya iya, karena dimana-mana kejatuhan elektabilitas semakin curam, namun memperbaikinya semakin sulit dalam waktu yang sempit.

Maka perang total adalah ibarat “ayam yang digorok lehernya dibawah terik matahari”. Dengan leher yang terputus itu ia lari untuk mencari tempat yang tidak kena sinar matahari, tapi bukan menunda kematian ayam itu.

Tidak heran ada partai yang mulai cuci tangan dari kekuasaan Jokowi. Karena mereka tidak ingin sama-sama runtuh dan bangkrut dengan seorang jokowi. Mereka harus cari selamat.

Ancaman Parliaementary Threshold dan efek elektabilitas Jokowi yang tergerus merupakan kebangkrutan bagi partai pengusung.

Jangan heran apalagi kaget, akhir-akhir ini pak Jokowi kelihatan jengkel dan marah. Beliau marah karena timnya tidak memberikan efek electoral bagi beliau, tapi untuk menghindari perpecahan, beliau harus mengarahkan emosi itu ke lawan politik.

Sebaliknya BPN sampai sejauh ini telah berhasil meyakinkan masyarakat tentang sosok Pak Prabowo dan Sandi. Meskipun isu pribadi menghantam, namun masyarakat sudah tidak percaya. Karena janji pak jokowi yang banyak diingkari lebih berbahaya ketimbang membicarakan pribadi prabowo.

Demikianlah kekuasaan yang didapat dengan kepalsuan akan berakhir dengan memalukan. Maka jadilah otentik, agar tidak menjadi duri dalam daging bagi bangsa.***

Sumber: https://telusur.co.id/2019/02/istilah-perang-total-dari-moeldoko-sinyal-kekalahan-jokowi/