Diundang Prasasti Malaysia, Rocky Gerung Hentikan Ceramah Saat Azan Berkumandang


[PORTAL-ISLAM.ID]  Hadir memenuhi undangan diskusi Relawan Prabowo-Sandiaga Pas di Hati (Prasasti) pada Ahad, 24 Februari 2019 di Tamu Hotel and Suites, Kampung Baru, Kuala Lumpur, Rocky Gerung memberi sebuah kejutan manis.


Tampil sebagai pembicara dengan membawakan tema "Kriteria Pemimpin yang Mempererat Persatuan Bangsa" dengan moderator Ketua Sinergi Padi Indonesia, Ryan Friedman SIP MA Tesol Cert. yang juga datang dari Jakarta, Rocky  mengejutkan seluruh peserta ketika mendadak berhenti bicara dan duduk diam saat azan berkumandang. Ia baru kembali melanjutkan sesudah azan usai.



Toleransi Rocky yang luar biasa ini membuat warganet terharu. Banjir pujian pun segera tertuju untuk filsuf cerdas berusia 60 tahun ini.

"MasyaALLAH,.. Saat Adzan Berkumandang bang Rocky menghentikan diri sejenak? Big Respect !" cuit @nancyfabiola99.

"😢 sy dah bbrp kali liat beliau melakukan itu. Sy jg sgt menghormati beliau. 🙏 Mgkn spt itulah dulu para pejuang kita yg berasal dr berbagai latar belakang," cuit @elvisuzanti


Dikabarkan oleh Antara, dalam diskusi tersebut, Rocky juga didampingi Ketua Prasasti Malaysia Hj. Merry Andani yang juga mantan penyanyi dari Indonesia dan Presiden Aceh Community Datuk Mansyur Usman yang juga Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Rajasa pada Pemilu 2014.

Diskusi yang diselenggarakan oleh relawan yang sepenuhnya beranggotakan emak-emak ini berlokasi di Ballroom 1 dan 2, Tamu Hotel and Suites, Kuala Lumpur.


Seluruh kursi yang berada di dua buah ballroom tersebut terisi dengan penuh dan padat dengan lebih dari 600 peserta, bahkan banyak peserta yang harus duduk secara lesehan karena tidak mendapat jatah kursi.

Hadir seluruh ketua partai koalisi perwakilan luar negeri pendukung pasangan calon 02, pelajar dari berbagai universitas, seluruh komunitas relawan 02, baik dari Kuala Lumpur maupun yang datang jauh dari Pulau Pinang, ekspatriat, paguyuban kedaerahan.

Selain itu hadir Koordinator Fungsi Politik KBRI Kuala Lumpur, Agus Badrul Jamal selaku undangan.

Dalam ceramahnya, Rocky mengatakan akal sehat tak berhenti sampai pada tanggal 17 April 2019 saja.

"Akal sehat bukan hanya sampai 17 April 2019, tetapi setelah itu. Jadi akal sehat adalah sebuah peradaban. Kalau Kuala boleh berlumpur, tapi akal itu tidak boleh berlumpur," ujar Rocky Gerung.

Sementara Ketua Umum Prasasti Malaysia, Hj. Merry Andani mengatakan melalui diskusi ini diharapkan dapat memberikan sebuah perspektif baru tentang bagaimana memilih pemimpin yang dapat menyatukan bangsa sehingga konflik di "grass root" antarpendukung kedua capres bisa diakhiri.

Berikut videonya selengkapnya.

Catatan: Perhatikan menit ke 31.36


Loading...