Bila Rakyat Sudah Muak


[PORTAL-ISLAM.ID]  Dewan Pers menolak menindaklanjuti laporan, karena Tabloid “Indonesia Barokah” bukan anggota Pers.

Polisi menolak laporan Tabloid “Indonesia Barokah” karena harus menunggu rekomendasi dari Dewan Pers.

Presiden Jokowi, mengatakan laporkan kalau ada BUKTI yang meresahkan masyarakat.

Pertanyaannya; Mau melapor kemana lagi….!?!?!?

Sedangkan Jokowi “selalu” masih saja memperlihatkan sikap ambigu, mendua kalau tidak mau disebut munafik.

Disuatu saat Jokowi menekankan untuk tidak menggunakan politik identitas dalam berkampanye, terutama yang berkenaan dengan agama.
Sedangkan, kenyataan di lapangan serbuan masif Tabloid “Indonesia Barokah” dengan kontens kampanye hitam menyasar Masjid-Masjid hingga ke pelosok desa.

Jokowi mengatakan, “Saya belum melihatnya..”

Ini pernyataan sangat naif, dari seorang Kepala Negara.

Anda punya Bakin gak!?
Anda punya, BIN gak!?
Anda punya Bais gak !?

Bagaimana mungkin presiden tidak “melihat” dan mencium keresahan yang lebih dahsyat dari keresahan pembebasan Ustad Abu Bakar Ba’asyir, yang disebabkan oleh Tabloid “Indonesia Barokah” tersebut.

Dan, hingga detik ini tidak satu pun action dari aparat pemerintah untuk sungguh-sungguh mengusut siapa #dalang Tabloid “Indonesia Barokah” tersebut.

Bahkan para anggota timses Jokowi-Ma’ruf Amin saling membenarkan keberadaan Tabloid “Indonesia Barokah” sebagai sesuatu hal yang positif.

Bagaimana bisa “dilegalitas” sesuatu hal positif, bila kontens Tabloid “Indonesia Barokah” yang sarat menyudutkan “secara amoral” pasangan Prabowo-Sandiaga.

Ingat, rakyat tidak terlalu bodoh untuk dibodoh-bodohi lagi !!!

Labirin hukum yang dibuat oleh kubu petahana saat ini, sangatlah berbahaya bagi “keselamatan” pemerintahan Jokowi.

Sekarang hampir 80% rakyat Indonesia berusia pemilih, memelototi berita yang berseliweran di media sosial.

Rakyat memantau dinamika politik yang sedang berlangsung mau pun manuver yang dimainkan oleh kubu Jokowi-Ma’ruf Amin.

Termasuk #ketidakadilan aparat melakukan penindakan hukum terhadap penyebaran “ujaran kebencian” Tabloid “Indonesia Barokah” yang sangat provokatif ini.

Bila rakyat sudah muak menyaksikan cara-cara yang tidak fair ini, bisa saja di penghujung masa jabatan Periode Pertama, Jokowi “tersungkur” secara ‘Tidak_Terhormat’, Percayalah.

Ini perlu dicamkan oleh presiden petahana Jokowi, sebelum terlambat!

Penulis: Iskandar Tanjung
Baca juga :