TKA Tiongkok Kuasai Malut


TKA Tiongkok Kuasai Maluku Utara
(Malut Post, 26/01/2019)

TOBELO – Keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di Maluku Utara cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini tak lepas dari maraknya penerbitan izin usaha pertambangan (IUP). Sebagian besar di antara mereka berasal dari Tiongkok yang jumlahnya kini mencapai ribuan orang.

Dua kantor imigrasi di Malut, yakni Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tobelo dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ternate sama-sama mencatat peningkatan jumlah TKA. Imigrasi Tobelo yang membawahi wilayah kerja Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Pulau Morotai menampung setidaknya data 500 lebih TKA.

“Data terakhir kami Desember 2018 itu di Halut ada 58 orang TKA, Halteng 423 orang, Haltim, 15 orang, dan Morotai 5 orang WNA,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Tobelo, Douglas Orlando Andreas kepada Malut Post, Kamis (24/1/2019).

Douglas menjabarkan, angka tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Dimana pada 2017 TKA di Halut hanya 49 orang, Halteng 336 orang, sementara Morotai dan Haltim tetap sama.
Rata-rata para TKA ini bekerja di sektor pertambangan, seperti di Halteng dan Halut.

Edisi online: http://news.malutpost.co.id/index.php/read/2019/01/26/104/10313/tka-tiongkok-kuasai-malut

-----------

Serbuan TKA asal Tiongkok ke Malut ini juga pernah diberitakan oleh Lembaga Penyiaran Publik - RADIO REPUBLIK INDONESIA (RRI) pada Tahun 2016 :

31 Juli 2016
WNA Asal China Serbu Maluku Utara
http://www.rri.co.id/post/berita/295301/daerah/wna_asal_china_serbu_maluku_utara.html

Selanjutnya, silahkan cross check LAGI dengan video berikut, yang diUpload pada bulan Desember 2018 :

Dec 9, 2018
SERBUAN Tenaga Kerja Asing DI MALUKU UTARA


NOTE : Saya sudah berulangkali menyampaikan bahwa soal TKA ini bukan semata-mata soal jumlah mereka [TKA] yang masuk ke Indonesia [lantas dibanding-bandingkan dengan jumlah TKI yang ada di Luar Negeri] MELAINKAN bicara tentang keberpihakan Pemerintah yang dalam banyak kesempatan, saya mendapati Pemerintah selalu mengedepankan pembenaran daripada penjelasan yang komprehensif.

TANYA : terus ... itu semua salah Pak Jokowi 'gitu?

JAWAB : tidak... yang salah tetep Sandiaga Uno, kenapa 'sih kok pesonanya makin mbleber ke seluruh negeri ... hanya bikin "ngiri" ajah.. 😔🙁😌

(Tara Palasara)