Siapa Penguasa Baru Pemasok Minyak Mentah Pertamina?


[PORTAL-ISLAM.ID] Semua orang Indonesia kenal Pertamina, tapi tidak banyak yang mengenal ISC (integrated Supply Chain). Padahal ISC inilah badan yang menangani core bisnis Pertamina. Sementara Pertamina sendiri hanyalah “papan nama saja”. Menjadi dirut pertamina tak lebih mantap dari pimpinan ISC.

Pembentukan ISC – Pertamina diawali oleh kehebohan luar biasa di tanah air mengenai mafia migas di Pertal anak perusahaan Pertamina di Hongkong yang ditugaskan melakukan impor migas. Petral dituduh menjadi biang korupsi dalam urusan impor migas. Petral dituduh penyebab mahalnya harga jual migas di tanah air. Sehingga intuk mengakiri semua itu maka Petral harus dibubarkan, dengan janji pertamina akan mampu berhemat hingga 22 juta dolar sehari.

Hasilnya Petral dibubarkan. Petral digantikan dengan sebuah lembaga super bodi yang menangani segalanya dalam urusan pasokan bahan baku hingga urusan kilang Pertamina. Lembaga ISC jauh melampaui tugas Petral yang hanya urusan impor migas semata.

Ini benar benar lembaga super body. Mari kita lihat bagaimana ruang lingkup kerja ISC. Menurut website resmi Pertamina, ISC adalah badan yang mengelola minyak mentah yang dihasilkan oleh APH (anak Perusahaan Hulu Pertamina) didalam dan diluar negeri, MMKBN (Minyak Mentah dan Kondensat Bagian Negara) dan pembelian dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Disamping minyak mentah, ISC juga melakukan kegiatan impor, ekspor, dan exchange untuk produk kilang

https://www.pertamina.com/id/integrated-supply-chain

Luar biasa lingkup kerja badan ini, mencakup semua inti bisnis dimana uang uang besar berada. ISC menentukan pasokan bahan mentah Pertamina baik yang bersumber dari impor maupun dari dalam negeri. ISC menentukan untung ruginya Pertamina. Bahkan ISC menentukan mahal murahnya BBM untuk rakyat.

Janji pemerintah kala itu (2015) bahwa pembubaran Petral akan membuat Pertamina berhemat 22 juta dolar sehari dari impor minyak. Itu pada saat harga minyak tinggi di atas 100 USD. per barel. Bagaimana sekarang harga minyak rata rata cuma rata rata 50 dolar per barel, berapa kali lipat penghematannya ? sementara Ruang lingkup kekuasaan ISC jauh lebih besar dari Petral, tentu penghematannya lebih besar.

Tapi mengapa sampai saat ini tak ada kabar secuilpun penghematan Pertamina dalam pengelolaan BBM? Malah yang terjadi sebaliknya keuntungan Pertamina jauh mersot dibandingkan dengan era dimana Petral masih ada. Sekarang ISC begitu berkuasa. Who are this People?

Penulis: Salamuddin Daeng