Menagih Janji Pembubaran Petral


[PORTAL-ISLAM.ID]  Pembubaran Petral dinilai oleh banyak kalangan merupakan salah satu keberhasilan pemerintahan Jokowi dalam memberantas mafia migas yang selama ini menggerogoti perusahaan migas nasional pertamina.

Petral yang dulu adalah anak perusahaan Pertamina digantikan dengan Integrated Supply Chain (ISC). Pemerintah mengklaim ISC akan mampu menghemat miliaran dolar dan akan mampu meningkatkan untung pertamina. Tidak main main penghematan pertamina ditaksir bisa mencapai 22 juta dolar sehari. (Kompas 18 mei 2015). Artinya Pertamina bisa berhemat 7,9 miliar dolar setahun.

Petral Dibubarkan, Pertamina Hemat Rp 250 Miliar Per Hari
https://ekonomi.kompas.com/read/2015/05/18/0853025/Petral.Dibubarkan.Pertamina.Hemat.Rp.250.Miliar.Per.Hari

Wow ! itu penghematan yang besar. Artinya Pertamina bisa untung 7,9 miliar dolar setahun atau setara dengan Rp.114,8 triliun. sungguh luar biasa untung tersebut. wajar kalau presiden Jokowi mengatakan akan membuat Pertamina lebih maju dari Petronas, ternyata sumber untungnya bisa berasal dari pembubaran Petral.

Janji Pak Jokowi membuat pertamina jaya lagi lagi mendapat momentum terbaiknya. Pemerintah seperti ketiban durian runtuh. Harga minyak mentah dunia jatuh merosot tajam. Indonesia yang bergantung pada impor migas bisa bernafas lega. Pertamina mendapatkan momentum lagi untuk meraih untung yang besar.

Bayangkan saja, nilai impor migas indonesia telah menurun drastis seiring menurunnya harga minyak. Nilai impor migas Indonesia menurun separuh dibandingkan era SBY. Rata rata era SBY nilainya mencapai 45 miliar dolar setahun dan sekarang hanya sekarang separuhnya. Dengan demikian Pertamina yang melakukan bisnis jual minyak di Indonesia bisa untung sedikitnya 22 miliar dolar, atau 300 triliun rupiah setahun, hanya dari penurunan harga minyak.

Sungguh luar biasa peluang untung yang dimiliki pertamina, yakni untung dari hasil memberantas mafia migas Petral senilai Rp 114 triliun dan untung dari penurunan harga minyak Rp. 300 triliun. Ini perhitungan kasar, belum memasukkan faktor kenaikan harga jual BBM non subsidi pada masa pemerintahan ini. Jadi untung Pertamina bisa lebih besar.

Tapi mengapa pertamina bisa untung cuma Rp. 5 triliun. Pertamina hanya untung 1 (satu) persen dari potensi keuntungan yang semestinya. Dianalisis dari sudut apapun ini kurang masuk akal. Kecuali jika perusahaan importir beli migas murah di luar negeri lalu jual mahal kepada Pertamina? kalau begini importirnya untung besar tapi pertamina rugi besar. Pertanyaanya siapa importir yang menyuplai migas ke ISC ini?. wallahualam tak permah kedengaran.

Penulis: Salamuddin Daeng