KRONOLOGI INSIDEN MASSA PDIP di MASJID JOGOKARIYAN


[PORTAL-ISLAM.ID] Pada tanggal 27 Januari 2019 sekitar pukul 16.00 WIB di Jl. DI Panjaitan Mantrijeron Kota Yogyakarta menuju ke selatan sampai di pertigaan Jogokaryan telah terjadi keributan antara Pemuda Masjid Jogokaryan dengan massa PDIP yang habis melaksanakan kegiatan Deklarasi dukungan Paslon 01 di Stadion Mandala Krida.

1. Adapun kronologi kejadian sbb :

a. Pada pukul 16.05 WIB massa PDIP melintas depan Masjid Jogokaryan dan merusak Bendera, Spanduk Hizbulloh serta membleyer-bleyer Sepeda Motor di Masjid Jogokaryan.

b. Selanjutnya Pemuda Masjid Jogokaryan keluar dan menghadang dan mengejar massa PDIP dan terjadilah cekcok mulut, dan pada saat itu sempat terjadi ketegangan diantara kedua belah pihak.

c. Selanjutnya Babinsa Koramil 09/MJ (Serka Suyatno) dan Babinkamtibmas Polsek Mantrijeron melaksanakan pengamanan diantara kedua belah pihak dan melerai massa yang akan bentrok.

d. Pada pukul 17.15 WIB kedua belah pihak difasilitasi oleh Bawaslu, Polsek Mantrijeron dan Koramil 09/MJ melaksanakan mediasi di Pendopo Kecamatan Mantrijeron, adapun mediasi di hadiri sbb :
1) Camat Mantrijeron
2) Kapolsek Mantrijeron
3) Danramil 09/MJ
4) Bawaslu
5) Panwas Kec. MJ
6) Ustadz M. Fanni Rahman (Ketua Takmir Masjid Jogokaryan
7) Junianto (Ketua DPC PDIP Kec. Mantrijeron/Caleg DPRD Kota Yka dari PDIP wilayah Mantrijeron)
8) Bpk. Darrohman (Ketua FJI DIY)

e. Pukul 18.00 WIB Mediasi istirahat dan akan dilanjutan setelah Magrib.

f. Pukul 18.45 WIB Mediasi selanjutnya dilaksanakan di ruang Camat Mantrijeron, adapun penyampaian sbb :

1) Bapak Camat Mantrijeron :

a) Saya minta urusan atau masalah yang terjadi tadi sore selesaikan di sini, kita sama-sama anak bangsa dan warga masyarakat.
b) Semoga nanti dalam mediasi tidak ada ketegangan diantara kedua belah pihak, sehingga suasana segera aman, terkendali di luar/Masyarakat.

2) Kapolsek Mantrijeron :

a) Kita musyawarah di ruangan Bpk Camat Mantrijeron ini untuk melaksanakan penyelesaian masalah yang terjadi tadi sore.
b) Mudah-mudahan kita dapat keputusan yang terbaik.
c) Niat kita menyelesaikan permasalahan, Kita akan menjadi mediasi yang netral dan tidak akan berpihak kesalah satu.
d) Tujuan kita beretikad, wilayah di Mantrijeron harus menjadi rukun dan lebih baik bermasyarakat kedepannya.

3) Danramil 09/MJ :

a) Saya berharap permasalahan ini selesai malam ini juga sesuai apa yang akan di sepakati bersama kedua belah pihak.
b) Masalah ini jangan sampai berkembang ke masyarakat khususnya wilayah Kota Yogyakarta.
c) Kami dari pihak aparat menjembatani kedua belah pihak untuk bermediasi mencari titik terang menyelesaikan permasalahan ini dengan damai.

4) Ustadz M. Fanni Rahman :

a) Mumpung berita ini belum melebar kemana-mana, karena saat ini isu Masjid Jogokaryan yang di lempar batu oleh salah satu pihak simpatisan PDIP (Sdr Kelinci) segera minta maaf ke Masjid Jogokaryan Mantrijeron.
b) Tolong Bpk. Junianto kami minta untuk menjembatani antara Kelinci dan Jama'ah Masjid Jogokaryan.

5) Bpk. Junianto :

a) Saya sebagai yang di tuakan di DPC PDIP Mantrijeron apabila ada suatu hal yang salah diantara temen kita dari Jamaah Masjid Jogokaryan, saya minta maaf yang sebesar-besarnya.
b) Kita berharap kedepan semua antar warga bisa bersilaturahmi dengan baik, kita bisa meredam masing-masing, perbedaan pandangan boleh tapi tujuan kita sama. Semua ini menjadi pembelajaran bagi kita kebelakangnya.
c) Sekali lagi saya minta maaf apabila temen saya ada yang salah, dan akan saya temukan besok antara Sdr. Kelinci dan pihak Jamaah Masjid Jogokaryan untuk meminta maaf.
d) Sdr. Kelinci akan saya hadirkan secepatnya bertemu dengan Jama'ah Masjid Jogokaryan.

2. Setelah diadakan mediasi selanjutnya dilaksanakan konsep perdamaian antara kedua belah pihak dan membuat Surat Pernyataan.

3. Pukul 19.35 WIB kegiatan mediasi selesai dalam keadaan aman dan lancar.

Catatan :
Mediasi kedua belah pihak di dapat keputusan saling menjaga kondusifitas wilayah Mantrijeron bersama-sama.

Demikian di laporkan UMP.

[Video yang beredar di sosial media]

Berhubung video tidak memenuhi kebijakan google untuk tayang di website kami maka silahkan melalui link asli youtube disini