Kisah di Balik Sajak yang Dibacakan Prabowo, Inilah Sosok Pejuang Muda yang Gugur di Banten Itu


[PORTAL-ISLAM.ID]  Pidato kebangsaan yang disampaikan oleh Prabowo Subianto di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta dibuka dengan pembacaan sajak di saku prajurit yang gugur di Banten.

Disebutkan, sajak tersebut dikutip calon presiden nomor urut 02 dari sajak yang ditemukan di kantong baju perwira muda yang gugur dalam sebuah pertempuran di Banten pada tahun 1946.

Berikut kutipan yang dibacakan Prabowo:

"Kita tidak sendirian, beribu-ribu orang bergantung kepada kita. Rakyat yang tak pernah kita kenal, rakyat yang mungkin tak akan pernah kita kenal. Tetapi apa yang kita lakukan sekarang, akan menentukan apa yang terjadi kepada mereka"

Dilihat dari sisi sejarah, sajak tersebut merupakan penggalan sajak yang ditemukan di saku Letnan Satu Soebianto Djojohadikoesoemo, yang gugur dalam pertempuran Lengkong.

Diketahui bahwa Letnan Satu Soebianto merupakan paman dari Prabowo Soebianto.

Untuk mengenang dua adiknya, Soemitro Djojohadikusumo kemudian memberikan dua nama itu kepada anaknya: Prabowo Soebianto dan Hashim Soejono.