CATATAN BAHASA ISYARAT PIKIRAN BAWAH SADAR PASLON SELAMA DEBAT CAPRES CAWAPRES


CATATAN BAHASA ISYARAT PIKIRAN BAWAH SADAR PASLON SELAMA DEBAT CAPRES CAWAPRES

Penampilan:
- Paslon 01 tampak tenang dalam tegang.
- Paslon 02 tampak tenang penuh senyuman yang mengembang seolah tanpa beban.

Kesiapan Bahan:
- Paslon 01 didominasi capres. Sedangkan cawapres seperti hanya sebagai pelengkap tampil.
- Paslon 02 kompak, berbagi materi secara berimbang antara capres dengan cawapres.

Kejadian di luar dugaan:
- Paslon 01
Ketika menanggapi topik disabilitas, KHMA mengucapkan kalimat terpotong karena waktu habis sehingga kalimat tsb bermakna lain
"Kami sendiri pernah ditegur Allah ketika...,"

- Paslon 02
*Beberapa kali Sandi mengucapkan kalimat optimistis, "Di bawah Prabowo Sandi, kami akan melakukan bla bla bla."
*Prabowo tanpa sadar mengucapkan, "Saya sebagai kepala pemerintahan akan memperhatikan kesejahteraan para aparat penegak hukum dan pegawai supaya tidak korupsi."
*Prabowo salah ucap, "Saya persilakan wakil presiden saya" kemudian disambut Sandi dengan kata, "aamiin" sambil menadahkan tangan.
*Sewaktu Jokowi melontarkan pertanyaan yang menyerang tentang caleg mantan napi koruptor, secara spontan Prabowo menari gaya Jawa dengan senyum mengembang, yang mengekspresikan kemenangan. Kemudian secara spontan Sandiaga bergeser di belakang Prabowo memijat kedua bahu Prabowo sambil tertawa lebar.

PERNYATAAN PENUTUP CAPRES

Capres Jokowi:
"Kami tidak akan banyak bicara. Karena kami sudah tahu apa yang akan kami lakukan.
Kami tidak punya potongan diktator atau otoriter. Kami tidak punya rekam jejak pelanggar HAM. Kami tidak punya rekam jejak melakukan kekerasan. Kami juga tidak punya rekam jejak masalah korupsi. Jokowi Amin akan pertaruhkan jabatan dan reputasi yang akan kami gunakan semua kewenangan yang kami miliki untuk perbaikan bangsa ini."

Catatan : Capres 01 hanya menggunakan waktu kurang dari 1 menit dari 2 menit yang dialokasikan.

Capres Prabowo:
"Kepastian hukum, penegakan hukum, institusi hukum, terutama hakim, jaksa, polisi, adalah prasyarat bagi suatu negara yang berhasil.
Untuk itu, apabila kami menerima mandat dari rakyat, hal ini yang akan kami perkuat. Hal ini yang akan kami perbaiki. Terutama kami akan bicara realistis. Orang supaya kuat, supaya tidak korupsi, ini yang akan kita bangun penyelesaian akar masalahnya.
Kita tidak mau cari kesalahan kecil-kecil. Ini salah, itu salah. Kami tidak. Kami lihat ini persoalan bangsa. Kami akan menyelesaikan akar masalah.
Kami bertekad menghentikan kebocoran. Kami bertekad menaikkan tag rasio. Kami yakin. Negara ini sangat-sangat kaya. Tapi terjadi kebocoran2. Kekayaan kita mengalir ke luar negeri.
Ini bukan salah siapa-siapa. Tapi salah kita semua sebagai bangsa. Kesalahan elite yang membiarkan ini terjadi puluhan tahun.
Kita mau cari jalan keluarnya. Kita perbaiki. Kita lipat gandakan gaji hakim, jaksa, polisi. Dengan demikian, kita berharap akan ada lembaga hakim, lembaga jaksa, lembaga polisi yang tidak korupsi lagi."

Catatan Hamka Suyana
(Pengamat bahasa isyarat pikiran bawah sadar)