WNI di Amerika Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi


[PORTAL-ISLAM.ID] Para pendukung capres Prabowo Subianto- Sandiaga Uno di Amerika Serikat semakin solid. Bahkan mereka akan mendeklarasikan diri untuk mendukung pasangan capres cawapres Prabowo-Sandi besok Sabtu 8 Desember 2018.

Undangan untuk menghadiri acara deklarasi itu disampaikan oleh salah seorang pendukung Prabowo – Sandi, Poppy Chantique, di New York, Kamis kemarin. Selain itu Poppy juga mengundangnya lewat media sosial. Respon kaum diaspora di Amerika pun cukup antusias menyambut acara deklarasi tersebut.

Dalam kesempatan itu Poppy menyampaikan alasan mengapa mendukung Prabowo – Sandi. Dikatakan, kaum diaspora di AS secara pribadi bukan membenci Jokowi.

“Bukan karena saya benci Jokowi, atau ada dendam pribadi…Bukan karena saya lebih favorit Prabowo Subianto. Bukan pula karena Pak Prabowo didukung Ulama…, Karena kalo bicara Ulama/Kyai, di belakang Jokowi pun ada Ulama/Kyai yang mendukungnya," kata Poppy Chantique, Kamis (6/12).

Ada 10 alasan yang disampaikan Poppy Chantique mendukung Prabowo-Sandi dan menolak Jokowi 2 periode:

"Sesungguhnya saya menolak Jokowi 2 periode adalah:

1. Karena Saya melihat dan merasakan adanya sistem dan kebijakan-kebijakn di Rezim Jokowi yang tidak menguntungkan Agama saya, Islam…

2. Kebohongan demi kebohongan dari janji-janji kampanyenya yang membuatnya haram dipilih kembali, seperti Kyai Ma’aruf Amin katakan “haram memilih pemimpin yang ingkar janji”.

3. Lemah dan tidak tegas dalam memimpin negara.

4. Tidak ada kemampuan untuk tampil di panggung internasional. Ini merupakan kegagalannya dalam mengemban tugas dan amanat UUD 45 sebagai kepala negara.

5. Ketidakpedulian terhadap rakyat yang mencarinya hingga ke Istana Negara.

6. Menguasai media-media sehingga tidak berani/tidak mau meliput pemberitaan secara adil dan terbuka.

7. Ketidakmampuan menjawab berbagai pertanyaan menyangkut pemerintahan.

8. Mengklaim program-program pemerintah sebelumnya sebagai program-programnya.

9. Perkonomian negara yang terus terpuruk, harga-harga naik, impor meningkat, mata uang Rupiah terpuruk, pendapatan rakyat terkotak-kotak dengan jurang yang sangat dalam (perbedaan).

10. Dan masih segudang lagi alasan mengapa Jokowi HARUS diganti."

Sumber: Duta