VIRAL Video.. Jejak Digital Ngabalin Bicara "SISTEM ISLAM" di Acara HTI


[PORTAL-ISLAM.ID]  Sebuah cuplikan video viral di sosial media. Video yang menampilkan Ali Mochtar Ngabalin zaman dulu.

Dari background tampak spanduk HTI. Dari omongan Ngabalin juga tentang konsep Sistem Islam menyelesaikan persoalan bangsa.

"Konsep-konsep Ilahiyah yang harus diterapkan di Republik ini," kata Ngabalin.

"Sebagai bangsa Indonesia dan sebagai Umat Islam, menangis kita punya batin, sedih kita rasa, kita tidak bisa berbuat apa-apa di republik yang begini besar. Segala macam cara, para Mujahid dituduh teroris, kita Mubaligh ini dituduh tidak bisa berkompromi dengan Pancasila dengan Nasionalisme segala macam.."

"Karena itulah saya pikir bicara tentang Daulah yang kita sebut Indonesia ini tidak ada cara lain, sampai mampus antum butuh teori tidak mungkin antum temukan teori itu kalau kita tidak menarik utuh konsep-konsep Ilahiyah dan kita sebut dalam konsep Syariah itu dalam menyelesaikan persoalan bangsa ini."

"Sistem Islam sangat mudah menyelesaikan persoalan bangsa.."

Hehehe... begitulah omongan Ngabalin (saat itu era SBY).

Bahkan dengan enteng Ngabalin mengatakan SBY tidak beriman.

"Biarlah SBY menjadi budak dan kacung Amerika. Dia kan tidak beriman," ujarnya.

Coba sekarang ada yang bilang Jokowi tidak beriman. Dah langsung DICYDUK.

Tapi zaman SBY, bebas bicara seperti itu. Gak dicyduk tuh si Ngabalin.

Sekarang merapat ke Jokowi. Pembelaannya luar biasa.

Makanya, saat Ngabalin merapat ke Istana, Ustadz Tengku Zulkarnain selaku sahabatnya langsung berkomentar.

Wakil Sekjen MUI ini mengingatkan apa yang kerap disampaikan Ngabalin sendiri tentang "Mudzabdzab" (Golongan yang tiada pendirian).

Mudzabdzab adalah istilah yang tercantum dalam Al-Qur'an. Mudzabdzab adalah Golongan yang tiada pendirian. Ini golongan orang munafik.

Dalam surat An-Nisa ayat 142-143, Allah SWT menjelaskan dengan firmanNya...

إِنَّ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ يُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَـٰدِعُهُمۡ وَإِذَا قَامُوٓاْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُواْ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلاً۬

142 - "Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya [dengan shalat] di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali."

 مُّذَبۡذَبِينَ بَيۡنَ ذَٲلِكَ لَآ إِلَىٰ هَـٰٓؤُلَآءِ وَلَآ إِلَىٰ هَـٰٓؤُلَآءِ‌ۚ وَمَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُ ۥ سَبِيلاً۬

143 - "Mereka dalam keadaan ragu-ragu (Mudzabdzab) antara yang demikian [iman atau kafir]: tidak masuk kepada golongan ini [orang-orang beriman] dan tidak [pula] kepada golongan itu [orang-orang kafir]. Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan [untuk memberi petunjuk] baginya."

[Video Jejak Digital Ngabalin di acara HTI saat itu]