TELAK!! Pengamat: Manuver PSI Kerap Merugikan Jokowi


[PORTAL-ISLAM.ID]  Dalam politik kolektif, seharusnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejalan dengan partai politik koalisi pendukung petahana Joko Widodo.

PSI tidak boleh hanya memikirkan kepentingan pribadi dan merusak internal koalisi Jokowi-Ma'ruf.

Begitu pandangan pemerhati politik, Dedi Kurnia Syah Putra, terhadap manuver PSI yang kerap kali merugikan Joko Widodo sebagai calon presiden.

"Memang riskan bagi Jokowi, karena jalan yang ditempuh PSI sebagai parpol anak-anak muda seringkali ego parsial (kepentingan diri sendiri) lebih dominan daripada ego kolektif (kebersamaan)," kata Dedi kepada redaksi RMOL, Sabtu 8 Desember 2018.

Meski begitu, Dedi menilai langkah politik yang diambil PSI wajar, sebagai partai politik baru yang diisi oleh anak-anak muda di mana semangatnya masih meluap.

Hal itu, kata Dedi, lantaran PSI lebih memprioritaskan popularitas partai daripada Jokowi.

"Hal ini maklum karena dalam catatan, keikutsertaan PSI masuk ke Jokowi tidak berimpact pada elektabilitas," tutup  Dedi.

PSI yang mengusulkan agar korupsi di era Orde Baru menjadi tema debat Pilpres 2019 mendapat cibiran dari sesama parpol koalisi pendukung petahana.

Ketua DPP Partai Golkar, Andi Harianto Sinulingga, berpesan kepada PSI agar berpikir ke depan. Menurutnya, korupsi pasca Orde Baru juga tak kalah hebatnya.

Andi Sinulingga mengimbau pada PSI agar tidak membuat blunder terus. Sebab yang akan dirugikan justru Jokowi-Ma'ruf. Bahkan dia menyebutkan bahwa PSI itu energi negatif bagi Jokowi.

"PSI justru sering sekali berakting yang kontra produktif, jika itu hanya merugikan PSI sih enggak masalah, tapi pernyataan politik PSI itu juga akan merugikan jokowi," kata Andi.