Sang Fenomenal "ROCKY GERUNG"


Sang Fenomenal "ROCKY GERUNG"

By: Abu Muhammad

1. Sejak kemunculannya di dunia ILC hampir setahun terakhir ini, Rocky Gerung dengan logikanya yang tajam membuat banyak orang tercerahkan, terlepas dari kata-katanya yang sangat tajam membakar amarah sebagian orang.

2. Logika jujur yang disajikannya tidak berdasar kepada aqidah yang dia anut –yang biasanya dipengaruhi fanatisme kelompok- tapi berdasarkan nalar jujur yang mewakili kebenaran dan keadilan publik.

3. Beliau bertahan dengan apa yang diyakininya meskipun harus mengorbankan status Dosen UI, sebuah pencapaian akademis yang sangat diinginkan kaum intelektual.

4. Saya sempat berfikir, jika sekarang saja notabene beliau Non Muslim (Kafir: dalam terminology islam) logikanya selalu memenuhi kebenaran Universal, bagaimana dahsyatnya jika beliau menjadi seorang muslim yang didalam ajarannya menyediakan referensi kebenaran wahyu Ilahi.

5. Saya teringat sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

النَّاسُ مَعَادِنُ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي اْلإِسْلاَمِ إِذَا فَقُهُوا

"Manusia ibarat barang tambang berharga seperti tambang emas dan perak. Orang yang mulia pada masa jahiliyah, akan menjadi orang yang mulia juga dalam Islam apabila ia berilmu…..”. [HR Muslim].

6. Bukan hal yang terlarang jika kita ikut mendoakan kepada beliau semoga mendapat hidayah, seperti harapannya Rasulullah terhadap para pembesar quraisy dulu. Aamiin.

***

Rocky Gerung yang Saya Ketahui

Oleh: Ramadhani Aksyah
(Jurnalis senior)

Saya kenal Rocky Gerung sejak lama. Di FIS UI dia tercatat sebaga mahasiswa ilmu politik Angkatan 1979. Sedangkan saya adalah angkatan 1981. Kami sering ketemu di ruang kuliah perpustakaann sesekali di kantin fakultas. Seingat saya, kami tiga atau empat kali ambil mata kuliah yang sama. Lama tak ketemu, ternyata dia juga kuliah juga di jurusan Filsafat FS UI. Saya tidak tahu apakah dia menyesaikan S1 Filafat atau juga jurusan ilmu politik.

Setelah lama tak ketemu, tahu-tahu dia jadi sangat terkenal karena ucapan dan pernyataannya yang bernas, menantang dan intelek di ILC TV One.

Sebagai kawan diskusi, Rocky sangat menantang kita untuk berpikir. Walau kadang terasa ucapannya nyelekit dan menyinggung lawan bicaranya, tetapi harus diakui dia punya begitu banyak literatur serta bahan bacaan. Kalau kita punya bacaan tanggung dan tidak mendalam, lebih baik menghindar dari berdiskusi serius dengannya. Berdasarkan pengalaman bertukar pikirannya dengan dia, diksi dan gaya bahasanya begitu kaya serta beragam yang sukar dicari tandingannya.

Saya tidak tahu apa agama Rocky. Hampir tidak pernah dia tunjukkan kecenderungan agamanya semasa di kampus. Tetapi, dia adalah seorang peminat bacaan dan ideologi kiri. Jangan coba-coba menguji dia dengan teori Marxis atau sosialis kalau tidak siap atau ilmu anda tanggung di sana. Sebab, bisa-bisa anda terkurung dan terkesima. Dia sangat fasih menjelaskan logika, cara pikir sets cara pandang gerakan kiri. Kalau kita ikuti kategori Soe Hok Gie, Rocky tidak diragukan lagi adalah "orang yang berada di kiri jalan".

Dia juga dekat dengan tokoh-tokoh sosialis. Dia biasa diskusi dengan Marsilam Simanjuntak, Sjahrir, Hariman Serigar, Robert Lawang atau Arif Budiman. Dia juga aktif di Sekolah Ilmu Sosial yang didirikan Dr Sjahrir (alm), sebagai wadah kreasi dan latih pikir kader-kader sosialis di Jakarta.

Pengalaman beberapa kali bersama-sama ambil kuliah dengan dia, saya rasakan dia seorang rendah hati dalam bersikap dan bergaul tetapi terkesan sedikit angkuh dalam berdebat serta mempertahankan pendapat. Pernah dalam sebuah kuliah, dia gigih mempertahankan pendapatnya sehingga dia berdebat dengan dosen kami yang bergelar doktor. Lama-lama dosen itu jengkel atas sikap Rocky. Akhirnya dia nyeletuk: Please Rocky, yang doktor itu lu ape gue? Kami tertawa semua, termasuk Rocky yang tentunya tertawa agak kecut.

Salam untukmu, sobatku Rocky.