Pemerintah, OPM, dan Umat Islam


[PORTAL-ISLAM.ID]  Tuhan kalau sudah berkehendak maka tak ada satupun makhluk yang dapat mencegahnya. Ini yang terjadi pada saudara-saudara kita di Papua yang menjadi KORBAN KEGANASAN ORGANISASI PAPUA MERDEKA (OPM). Puluhan nyawa DIBANTAI tanpa rasa kasihan. Mereka yang dibantai itu saudara kita sebangsa dan setanah air. Adapun yang membantai tidak merasa saudara dengan kita maka dari itu mereka kejam dan sadis.

Indonesia punya lembaga negara seperti Badan Intelejen Negara (BIN) tapi kita seperti tidak punya intelejen. Indonesia punya aparat tentara tapi kita seperti tidak punya prajurit tentara. Indonesia punya polisi tapi kita seperti tidak punya polisi pengayom keamanan dalam negeri. Kita seperti TIDAK PUNYA PEMERINTAH. Akan kelihatan punya semua di atas itu jika sudah berurusan dengan umat Islam.

Apa kerja intelejen sekarang ini kalau mau jujur? Jujur lho bukan cucur. Mereka sibuk menginteli umat Islam terutama para ulamanya, Habaibnya dan para ustaznya di masjid-masjid. Mereka sibuk mengintip rakyat Indonesia yang tidak pilih petahana. Mereka buat cerita seram bahkan berbau pornografi. Mereka buat narasi seolah-olah umat Islam yang gak pilih petahana mau menggantikan pancasila, mau makar, mau ganti NKRI, mau … mau … dan mau …..

Pokoknya mereka sibuk mempersekusi umat Islam. Padahal gaji mereka dari uang pajak umat Islam yang terbanyak. Belum cukup mereka mengerjai HABIBUNA HRS ditanah air, mereka kejar sampai keluar negeri agar sang Habib diusir dari Saudi. Tapi mereka boleh merekayasa namun rekayasa Allah lebih canggih.

Nah sekarang yang terjadi PEMBANTAIAN di Papua. Kok intelejen kita tidak bisa mendeteksinya sedini mungkin sehingga terjadi pembantaian sadis? Mana kerja BIN? Apakah para anggota BIN sibuk semua di tanah jawa sehingga kekosongan intelejen di tanah Papua? Ini signal Allah buat para intelejen kita yang disebut dengan intelejen melayu.

Begitu juga dengan aparat TNI kita? Ngapain nakut-nakutin orang berdzikir dengan kekuatan pasukan yang besar dengan persenjataan yang canggih? Memangnya dalam berdzikir di Monas siapa yang mau ditembaki? Orang berdzikir ditakut-ditakutin dengan senjata. Woi Dan, gak ada yang takut dengan senjata apalagi dalam berdzikir. Malah itu yang diharapkan ketika berdzikir mati ditembak. Wah langsung surga itu. Kalau tidak percaya coba mati duluan.

Di sini Jakarta kalian pamer senjata tapi di tempat lain di negeri ini ada pembantaian kalian diam, kelu, bisu, gagu akan makar terhadap negeri ini. Ini teguran Tuhan bagi TNI. Untuk apa kalian beli senjata dari uang rakyat lantas kalian tidak bisa melindungi rakyat kalian sendiri dari PEMBRONTAK TERORIS SEPARATIS OPM? Ini signal Tuhan Komdan. Supaya berlaku adil dan amanah.

Begitu juga sama polisi kita. Belum tamat ya tentang kajian separatis OPM yang hanya disebut kelompok kejahatan bersenjata? Apakah mereka bukan teroris? Untung HTI belum pernah bunuh orang. Coba kalau sudah pernah. Gak usah bunuh, melukai aja dengan senjata maka pasti HTI di tuduh organisasi teroris. Tapi kalau OPM, biar mereka sudah bunuh orang baik itu polisi, tentara atau sipil seperti saat ini polisi tetap menganggap mereka kelompok kejahatan bersenjata bukan kelompok teroris.

Tuduhan yang jelek-jelek hanya milik umat Islam saja. Umat lain gak. Walau mereka sudah membantai. Coba cek pelaku kejahatan pembantaian itu ada gak yang beragama Islam? Apalagi dia ikut sebagai peserta 212? Gak mungkinlah ada kalaupun ada pasti itu rekayasa intelejen melayu kita.

Ini signal Allah bagi kita bangsa Indonesia terutama bagi pemerintah kita dengan jajarannya serta aparatur keamanannya. Kemana kalian dengan kasus ini? Jangan hanya sibuk dengan mempersekusi umat Islam. Akibatnya bisa fatal. Umat Islam tidak bisa membalas tapi balasan itu datang langsung dari Allah untuk mengingatkan kelalaian kalian.

Pemerintah yang sahlah yang diharapkan rakyat untuk mengatasi dan menjaga keamanan negeri ini. Jangan harap pada yang lain. Apalagi mengharap pada ormas yang selalu teriak-teriak terdepan penjaga NKRI dan Pancasila. Gak bisalah. Wong mereka sekarang lagi sibuk menangkis tuduhan sebagai organisasi sesat dari dubes KSA. Mereka sibuk mau mengusir sang dubes. Nah kalau negeri si dubes balik ngusir kalian untuk umrah dan haji, kemana kalian mau umrah dan haji? Mau ke cina atau ke Iran atau ke Borobudur? Sana pergi ke Papua lawan OPM kalau benar-benar menjadi penjaga NKRI. Berani tidak? Cetek bin cemen loe.

Mari kita berbenah sebelum adzab Allah lebih perih dan pedih datang kepada kita. Jangan lawan sunnatullah karena itu ketetapan Allah yang sudah pasti. Kalau udah gak kuat memimpin negeri ini lempar handuk ajalah supaya di 17 April 2019 gak jadi PILPRES. Yang ada tinggal melantik 08 jadi presiden yang ke 8. Dari pada jadi presiden merangkap tukang listrik? Mending serahkan ke mantan Jendral biar OPM itu diselesaikan secara adat bakar batu.

SEMOGA.

Wallahu Alam

Penulis: Moh. Naufal Dunggio