PBNU Desak Pemerintah Usir Dubes Arab Saudi, Warganet: King Salman Ngambek, Kelar Lu Pada!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Direktur Indonesia Politic Review (IPR), Ujang Komarudin, menegaskan bahwa permintaan PBNU pada pemerintah RI untuk mengusir Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, Duta Besar Arab Saudi, terlalu berlebihan. Menurut dia, sesama negara dengan mayoritas Muslim lebih baik mengedepankan musyawarah.

“Itu (pengusiran) terlalu berlebihan. Kita sama negara dengan mayoritas berpenduduk Islam harus jaga persatuan. Apalagi ini negara hukum, kita tidak boleh asal main usir,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Jumat 7 Desember 2018.

"Permasalahan ini bisa diselesaikan secara musyawarah. Jangan terpancing oleh hal-hal yang bisa membuat permusuhan," tutur Ujang.

Menurutnya, jika sampai terjadi pengusiran, hubungan kedua negara akan memburuk. Dan yang paling dirugikan adalah Indonesia.

“Misalnya investasi Saudi bisa dihentikan. Terkait nasib TKI di Saudi. Dan juga terkait haji dan umroh juga bisa dihentikan,” pungkasnya.

Berita ini pun dikomentari warganet.

"King Salman ngambek. Tarik investasi. Kelar lu pada :-)," cuit logic_editor.