Gus Yaqut Bela Cina Terkait Muslim Uyghur, Apa Ada Hubungan dengan Bantuan 100 Juta?


[PORTAL-ISLAM.ID]  Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor mengutuk secara keras jika ada cara-cara represif yang dilakukan terhadap Muslim suku Uighur di Xianjiang, Cina. Namun PP GP Ansor tetap meletakan persoalan tersebut pada perspektif penegakan hak asasi manusia (HAM) dan bukan untuk mencampuri urusan negara lain.

"Penyikapan Cina anti-Islam adalah prematur dan menyampingkan fakta sejarah tersebut, terlalu tergesa-gesa dan reaktif," ujarnya Jumat 21 Desember 2018.

PP GP Ansor, lanjutnya, mengkaji dengan seksama, khususnya secara geopolitik terkait isu Muslim Uighur di Xianjiang itu. Hal itu justru dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan politik. Termasuk kepentingan politik di Tanah Air yang mendekati tahun pileg dan pilpres 2019 mendatang.

"Berita yang tersebar bahwa pemerintah Cina anti-Islam adalah pesan yang dibawa kepentingan tertentu, menunggang pada kekuatan politik tertentu dan tujuannya untuk membawa segala macam krisis tersebut ke Indonesia," imbuhnya.

Pandangan itu menjadi pengingat mengenai peristiwa beberapa tahun silam di mana Presiden Xi Jinping menyumbang 100 juta rupiah untuk PBNU.

Berikut kutipan beritanya.

Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Xie Feng mengunjungi Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU). Dia menemui Ketum PBNU Said Aqil Siradj untuk menyerahkan bantuan Rp 100 juta untuk 500 anak yatim piatu dan siswa pesantren NU.

Said menyambut Xie di Kantor PBNU Lantai 8, Jl Kramat Raya No 164, Jakarta Pusat, Senin 6 Mei 2015. Sekitar 60 anak yatim-piatu dan santri NU juga turut menyambut Xie, istri, dan rombongan Kedutaan.

Apakah pembelaan Yaqut atas Cina didasarkan pada fakta aliran dana 100 juta? Allahu'alam.