BEDA KELAS! Peserta Sedikit, Demo Anti 212 Brutal dan Rusuh. Diikuti Jutaan Peserta, Reuni Akbar 212 Tertib dan Damai


[PORTAL-ISLAM.ID]  Tertib dan damainya Reuni Akbar 212 di Monas, Ahad, 2 Desember 2018 menjadi perbincangan hangat di media sosial. Tak hanya warga Indonesia, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi pun turut mencuitkan peristiwa tersebut melalui akun twitternya.

Acara yang selalu memicu kontroversi mengenai jumlah pesertanya ini berjalan singkat, tertib, teratur, dan damai ini rupanya membuat kelompok anti gerakan 212 sewot.

Chaos yang umumnya terjadi bila ada konsentrasi massa dalam jumlah besar, tak terjadi. Ini yang membuat kelompok anti gerakan 212 semakin galau dan kecewa.

Mereka yang pada awalnya menuding acara ini digerakkan untuk menggulingkan Ahok, kini sangat ketakutan bila acara ini akan mampu menggulingkan Jokowi. Maka, segala upaya pun dilakukan untuk menghentikan dan mencemooh gerakan ini.

Kesadaran umat yang begitu tinggi untuk menjaga ketertiban dan kedamaian menjadi kunci penting kesuksesan acara Reuni Akbar 212 ini.
Berbeda dengan kelompok 212 yang menghadirkan jutaan peserta namun tetap tertib dan tak memunculkan sedikit pun kerusuhan, kelompok penentamg gerakan 212 justru sebaliknya. Sedikit peserta, namun berisik dan brutal.

Tak percaya?

Coba bandingkan Reuni Akbar 212 dengan aksi menolak dan mengancam Reuni Akbar 212 yang berlangsung Kamis 29 November 2018 di depan Balai Kota DKI Jakarta. Saat itu segelintir peserta Gerakan Jaga Indonesia mendemo Anies Baswedan karena memberikan izin penggunaan Monas untuk Reuni Akbar 212. (Link: https://www.portal-islam.id/2018/11/reuni-212-diancam-dan-ditolak-non.html)

Berikut bukti kebrutalan peserta aksi tolak Reuni Akbar 212.