Musibah Lion Air: Jauhkan Spekulasi, Kedepankan Transparansi


[PORTAL-ISLAM.ID]  Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) adalah instansi yang paling berhak dan harus dipercaya oleh publik untuk melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan pesawat terbang Lion Air JT-610. Tentunya akan dibantu oleh berbagai pihak lain, baik lembaga maupun perorangan yang relevan.

Masyarakat sangat diharapkan agar tidak berspekulasi tentang penyebab kecelakaan. Tetapi, sebaliknya, KNKT berkewajiban melakukan investigasi yang cepat dan transparan. Bebas dari intervensi siapa pun. Ini penting diperlihatkan agar publik tidak menduga-duga tentang kondisi pesawat B-737 Max 8 yang jatuh di Tanjung Karawang itu.

BBC Indonesia memberitakan pengakuan Dirut Lion Air, Edward Sirait, bahwa pesawat yang naas itu memang mengalami gangguan teknis ketika dalam penerbangan dari Denpasar ke Jakarta CGK (28/10/2018). Pengakuan ini harus ditelusuri secara cermat oleh KNKT. Harus digali secara transparan dan komprehensif. “No stone left unturned,” kata pepatah Inggris. Jangan ada yang tak tersentuh.

Selain itu, BBC Indonesia juga melaporkan secara spesifik tentang keanehan teknis yang dialami JT-610 rute Denpasar-Jakarta CGK itu. Dikatakan, instrumen Kapten Pilot tak dapat diandalkan sehingga harus diserahkan ke Co-Pilot. Yang juga tidak “reliable” (tak dapat diandalkan) adalah indikator tentang kecepatan pesawat (NNC) dan ketinggian jelajah (ALT). Pesawat ini adalah tipe terbaru dan baru pula dioperasikan. Beberapa bulan saja.

Edward Sirait menegaskan bahwa JT-610 tidak mungkin diizinkan terbang dari Denpasar ke Jakarta CGK kalau ada kerusakan. Dia mengatakan, pesawat itu telah diperiksa oleh para teknisi dengan hasil “laik terbang”.

Perbedaan fakta dan pengakuan inilah yang menjadi salah satu kunci penyelidikan KNKT. Tidak tertutup kemungkinan bahwa kecelakaan ini terkait dengan gangguan teknis yang dialami JT-610 dalam penerbangan Denpasar-Jakarta CGK. Komite harus menelusuri aspek ini secara detail dan menjelaskannya kepada publik secara apa adanya.

Jadi, transparasi sangat penting agar publik tidak membuat kesimpulan sendiri. Di lain pihak, masyarakat perlu memberikan waktu yang wajar kepada KNKT dalam melakukan investigasi yang profesional dan terpercaya.

Kita tidak menghendaki Lion Air dirugikan. Tetapi, kita juga tidak ingin keteledoran atau kesalahan perusahaan penerbangan ini tidak diungkap secara transparan apabila itu ada ditemukan dalam proses investigasi.

Sekali lagi, mari kita jauhkan spekulasi dengan cara mengedepankan transparansi.

Penulis: Asyari Usman