Mundurnya Libermen (Menhan Israel), Pengakuan Kekalahan di Gaza

(Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman) 

[PORTAL-ISLAM.ID] Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengumumkan pengunduran dirinya Rabu (14/11/2018) setelah serangan Israel memicu ketegangan dengan faksi-faksi perlawanan Palestina di Jalur Gaza yang diblokade dan perselisihan di kabinet Israel.

Mengumumkan keputusannya dalam konferensi pers, yang mulai berlaku 48 jam setelah ia menulisnya, Lieberman menganggap perjanjian mediasi Mesir dengan Hamas sebagai "kapitulasi teror". Dia mengatakan dia juga sangat keberatan dengan Israel yang mengizinkan Qatar untuk memberikan $ 15 juta bantuan ke Gaza pekan lalu. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan mengambil alih untuk sementara.

Sejumlah reaksi Palestina silih berganti pasca mundurnya menteri militer Israel Avigdor Libermen, secara umum menyatakan pengunduran diri tersebut sebagai pengakuan atas kemenangan perlawanan di Gaza.

Tokoh Hamas Sami Abu Zuhri menegaskan, mundurnya menteri perang Israel Avigdor Libermen sebagai pengakuan kekalahan, dan ketidakmampuan menghadapi perlawanan Palestina.

Lewat akun twitternya, Abu Zuhri menegaskan bahwa pengunduran diri Libermen sebagai kemenangan politik bagi Gaza, yang sukses memperlihatkan keteguhan berjuang, dan menggoncang politik Israel.

"Pengunduran diri Lieberman adalah pengakuan kekalahan (Israel) dan ketidakmampuan dalam menghadapi perlawanan Palestina, kemenangan politik untuk Gaza, yang telah berhasil dalam keteguhan untuk menyebabkan goncangan politik di wilayah penjajahan," kata Jubir Hamas Sami Abu Zuhri di akun twitternya.


Lieberman, salah satu tokoh militan di kabinet Netanyahu yang mencakup berbagai partai sayap kanan, dianggap bertanggung jawab atas serangan Israel yang gagal di Gaza pada hari Minggu (11/11/2018) kemarin, yang memberi jalan bagi kekerasan terburuk antara Israel dan Palestina sejak perang 2014.

Bentrokan yang dihasilkan dari operasi rahasia itu menewaskan tujuh orang Palestina, termasuk komandan militer Hamas setempat, serta seorang perwira militer Israel.

Kelompok-kelompok Palestina menanggapi dengan tembakan ratusan roket dan mortir, serta rudal anti-tank yang menghancurkan bus tentara Israel.

Puluhan orang Israel berdemonstrasi di luar Knesset (parlemen Israel) pada hari Rabu untuk menuntut pengunduran diri Netanyahu, menuduhnya "mengkhianati" orang-orang Israel selatan.

Sumber: Daily Sabah, DLL