Ilhan Omar Berjuang Untuk Menghapus Larangan Tutup Kepala (Jilbab dll) di Kongres AS Yang Telah Berlaku 181 Tahun


[PORTAL-ISLAM.ID] Washington – Ilhan Omar, seorang Muslimah Anggota Kongres AS dari Partai Demokrat yang baru terpilih mengajukan proposal perubahan pada aturan lama yang melarang pemakaian penutup kepala, termasuk jilbab, di Kongres.

Seperti dilansir Time (18/11/2018), upaya itu didukung oleh pemimpin Demokrat dan akan disahkan pada sidang pertama Kongres AS Januari mendatang.

Ilhan Omar, seorang pengungsi Somalia, salah satu dari dua wanita Muslimah pertama yang terpilih di Kongres awal bulan ini, telah bergabung dengan para pemimpin Demokrat dalam menyusun pembaruan itu.

Aturan larangan penutup kepala telah berlangsung selama hampr dua abad - tepatnya 181 tahun.

Aturan itu berbunyi: “During the session of the House, a Member, Delegate, or Resident Commissioner may not wear a hat or remain by the Clerk’s desk during the call of the roll or the counting of ballots”.

Dengan proposal perubahan itu, memungkinkan pemakaian penutup kepala karena agama seperti jilbab Muslim, Yarmulkes Yahudi atau sorban Sikh.

Perubahan tersebut merupakan bagian dari paket aturan yang diperkenalkan oleh Partai Demokrat papan atas termasuk Pemimpin Demokrat Nancy Pelosi.

Proposal itu diharapkan akan disetujui pada sidang perdana Januari, ketika Partai Demokrat mengambil alih kendali mayoritas kongres AS.

“Tak seorang pun yang melepas penutup di kepalaku kecuali aku. Ini adalah pilihan saya -yang dilindungi oleh amandemen pertama (konstitusi AS),” Omar mengunggah di Twitter.

“Dan ini bukan larangan terakhir yang akan diubah, saya akan berjuang untuk mengangkat hal lain,” tambah perwakilan dari Negara Bagian Minnesota itu.


Anggota Demokrat Jim McGovern, ditetapkan untuk memimpin Komite Aturan Rumah Tangga mulai pada bulan Januari dan mengatakan pembaruan mencerminkan keragaman yang lebih luas di Kongres.

“Perubahan ini akhirnya akan mendorong bahwa tidak ada pembatasan yang dapat ditempatkan pada anggota untuk melakukan pekerjaan yang mereka pilih dan untuk melakukan karena iman mereka,” katanya.

Sumber:
http://time.com/5458281/democrats-proposed-rule-allow-religious-headwear-house/
http://www.rollcall.com/news/politics/hats-congress-religious-garb-exception