GARBI Aceh Dipimpin Hafidz Imam Masjid Raya Baiturrahman

(Ketua GARBI Aceh DR. Tgk. Salman Syarifuddin Al-Hafidz, MA, kedua dari kanan)

[PORTAL-ISLAM.ID] Banda Aceh – Deklarasi Organisasi Massa (Ormas) Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Aceh diharapkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan narasi baru untuk perubahan Indonesia. Ormas Garbi akan konsen dalam agenda sosial kemasyarakatan, ide, gagasan dan narasi untuk mewujudkan Indonesia sebagai nomor lima negara terkuat di dunia. Selain itu, di tingkat lokal juga akan menjadi Ormas yang akan mendorong penegakan Syariat Islam secara kaffah di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Deklarator dan sekaligus ketua Garbi Aceh, Dr. Salman Syarifuddin Alhafizh, MA, kepada sejumlah media di Banda Aceh seusai deklarasi Garbi Aceh yang ikut dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Fahri Hamzah, Kamis sore, (1/11/2018).

Menurut Dr. Salman, ormas Garbi tidak terkait dengan salah satu partai politik, meskipun di dalamnya ada Muhammad Anis Matta dan Fahri Hamzah sebagai tokoh utama. Namun, semua kalangan bisa menjadi bagian dari Ormas Garbi Aceh.

"Garbi ini adalah ormas kebangsaan dengan tujuan menjadi wadah generasi muda Indonesia yang punya kesadaran intelektual, kepedulian akan kemajuan bangsa, serta memiliki komitmen untuk menjaga kebersamaan dan keharmonisan masyarakat Indonesia yang beragam. Tujuannya, kita ingin mendorong dan mewujudkan Indonesia agar menjadi negara dengan kekuatan nomor lima terbesar di dunia. Baik militernya, ekonominya, pendidikan dan seterusnya," ujar Dr. Salman.

Imam Masjid Raya Baiturrahman Aceh ini melanjutkan, platform gerakan Garbi adalah Islam, Nasionalisme, Demokrasi dan Kesejahteraan. Dengan ini menunjukkan bahwa cita-cita keislaman menyatu dengan cita-cita nasional, dan diwujudkan dengan jalan demokrasi sehingga kesejahteraan rakyat dapat  tercapai. Gerakan Garbi ini, tambahanya, meyakini bahwa Indonesia punya modal yang lebih dari cukup untuk menjadi salah satu kekuatan terkuat di dunia.

"Salah satu kekuatan bangsa kita adalah potensi anak muda. Maka Garbi Aceh akan menjadi wadah para anak muda yang untuk memproduksi gagasan-gagasan kreatif dan narasi besarnya untuk mendorong dan wujudkan Indonesia menjadi salah satu kekuatan terkuat di dunia. Kita juga akan konsen mendorong penerapan Syariat Islam secara kaffah di Aceh," ujar Dr. Salman.

Di balik itu, Garbi Aceh juga akan terus mengawal bangsa agar para elit politik, konglomerasi dan birokrasi tidak mudah tunduk pada hegemoni bangsa asing. Garbi Aceh akan ikut memastikan agar para elit politik dapat menjaga kedaulatan bangsa Indonesia, meskipun tetap bekerjasama dengan negara-negara asing.

"Maka Garbi ini kita harapkan akan menjadi gerakan yang akan memupuk semangat nasionalisme bangsa dalam menghadapi dunia global," tambahnya lagi.

Dr. Salman juga menambahkan, dalam gerakannya, Garbi menentang otoritarianisme dan totaliarisme. Garbi mengedepankan prinsip musyawarah, dialog, prinsip mencari kesepakatan dan prinsip membangun kebersamaan.

Deklarasi Ormas Garbi Aceh dirangkai dengan acara ngopi bareng kawula muda Banda Aceh dengan Fahri Hamzah.

Adapun Struktur kepengurusan Garbi Aceh sebagai berikut:

Ketua         : DR. Tgk. Salman Syarifuddin Al-Hafidz, MA
Wakil Ketua   : Hazairin Zulfanaedi, ST.
Sekretaris    : Munandar, MSW
Bendahara     : Eriza Lastra, ST
SDM/Kader     : M Fauzi, MSc
Kewilayahan   : Moharriadi Syafari, MA. 
Komunikasi    : Tgk. T. Zulkhairi, MA
Sosial        : dr. Maimonar
Budaya        : Akmal
Riset /Kajian : Basri Effendi, SH. MKn