Aksi Bela Tauhid, Ust. Felix Siauw: Seberapa Greget Elo?


[PORTAL-ISLAM.ID]  Lo bilang gue intoleransi, lo yang main persekusi
Lo bilang gue radikal, logika lo gak masuk akal
Lo bilang gue makar, lo yang asal main bakar
Lo bakar bendera tauhid satu, gue kibarin seribu

Aksi 211 kemarin bukan aksi kebencian, bukan pula aksi balas dendam, tapi adalah aksi damai dan aksi cinta, cinta pada Allah dan Rasul, juga cinta pada sesama.

Aksi ini adalah cara untuk mencoba mencintai Allah, mencintai Rasulullah dengan memuliakan kalimat yang diajarkan oleh Allah dan Rasulullah.

Kalimat yang menjadi kunci kehidupan, kematian dan kebangkitan. Kalimat yang akan menjadi kartu penentu di saat amal-amal ditimbang di hari penghitungan.

Aksi ini adalah aksi cinta pada saudara kami, semua manusia, bahkan yang membakar kalimat tauhid yang sangat menyakiti, sebab cinta adalah nasihat.

Dibawah komando ulama dan habaib, mereka yang dimabuk cinta itu berduyun-duyun hadir dari berbagai penjuru, dibayar hanya dengan janji Tuhannya.

Anak-anak serta ibunya, ramai memadati, tak satu-dua dari anak-anak yang saya kenal, bahkan dalam kondisi tak sehat, namun memaksa orangtuanya ikut serta.

Mak-mak super berdiri gagah, menjaga garis belakang dari pencari berita buruk, memastikan bendera itu tetap terangkat tinggi, dari bidikan satu-dua kuli tinta tak beretika.

Laskar-laskar muda tegap sigap, mengamankan massa dari provokasi dan susupan yang jahat. Sambil membantu peserta agar tetap nyaman dan terkendali.

Dan bendera-bendera putih, dan panji-panji hitam, kalimat syahadatain yang kelak akan bersyahadat di depan Allah, akan tiap-tiap pengemban dan pembelanya.

Kalimat itu, bendera itu, hari itu, adalah hari persatuan dan ikatan dalam ketaatan. Kalimat tauhid adalah cinta dari Allah pada hamba-Nya, juga hamba pada Tuhannya.

Penulis: Ust. Felix Siauw