Zeng Wei Jian: Makna Filosofi 'Loot a Burning House'


[PORTAL-ISLAM.ID]  China, negeri 1000 perang. Dalam buku "Records of the Grand Historian", Historian Sima Qian mencatat perang pertama pecah sekitar tahun 2500SM. Namanya "Battle of Banquan". Perang antara The Yellow Emperor melawan Yan Di.

Kitab Sun Tzu "The Art of War" dipelajari semua akademi militer dunia. Seorang prajurit harus hafal "36 strategems".

Semua taktik dan muslihat perang dasarnya ada pada 36 proverb. In modern era, 36 tactics dan Kitab Perang Sun Tzu diaplikasi ke dalam bisnis.

Salah satu proverb terkenal; "Kill with a borrowed knife". Artinya menggunakan kekuatan orang lain mengalahkan musuh.

Proverb artinya kalimat sederhana perumpamaan. Keliru bila proverb "Kill with a borrowed knife" diartikan secara letterlijk.

Proverb terkenal lain berbunyi "Loot a burning house" atau "趁火打劫/趁火打劫" atau Chèn huǒ dǎ jié atau "rampok rumah yang terbakar".

Orang go-block yang ngga paham teori perang, ngga menguasai ilmu bahasa proverb dan orang sok pinter mengartikan taktik ini sebagai anjuran merampok rumah orang yang sedang terbakar.

Praxis dari proverb "Loot a burning house" dirilis China. Pada akhir abad 20, product high quality Jepang membanjiri pasar Amerika. Namun saat memasuki abad 21, industri dan ekonomi dunia menurun. Perusahaan banyak yang collapse. Pemerintah Amerika diharuskan mengurangi beban belanja, termasuk military spending.

Di situ, China menyediakan product dan barang dengan harga murah. Di saat Amerika sedang "kebakaran", China masuk dan mengais keuntungan.

Itu arti dari "Loot a burning house". Ngerti Budiman...?!

Penulis: Zeng Wei Jian