Pencetus Esemka: Mobil Nasional Kok Cuma Comot Sana Sini


[PORTAL-ISLAM.ID] Pernyataan kontroversial cawapres KH Ma'ruf Amin bahwa mobil Esemka siap diproduksi massal pada Oktober ini, membuat media sibuk mencari kebenarannya. Parahnya, beberapa pihak yang terkait langsung memilih enggan berkomentar.

Hanya sosok Sukiat, pencetus mobil Esemka yang tampak aktif melayani pertanyaan para awak media. Itupun dengan statusnya yang tak lagi dilibatkan dalam proyek mobil Esemka tersebut.

"Saya sudah tidak dilibatkan dan tidak tahu lagi," kata Sukiat kepada VIVA, Rabu (10/10/2018).

Nah, saat dikonfirmasi mengenai apakah ia bersedia jika nantinya kembali dilibatkan dalam proyek mobil nasional tersebut? Sukiat mengaku akan siap ikut kembali terlibat jika memang dibutuhkan. Selain itu, ia juga meminta syarat jika memang akan dilibatkan kembali.

"Kalau nanti saya dilibatkan lagi tentu saya bersedia. Tapi harus mengikuti teori saya. Jangan mengambil sana sini lalu tiba-tiba mereknya Esemka, karena kalau begitu bukan mobil nasional dong," kata Sukiat.

Sebagai informasi, Esemka diwacanakan sebagai mobil nasional sejak 2010 dikembangkan gabungan sekolah menengah kejuruan bersama beberapa pabrikan. Salah satunya PT Solo Manufaktur Kreasi, namun saat uji tipe pada 2012, Esemka gagal lulus.

Karena sertifikat uji emisinya baru didapat setelah tiga kali pengujian. Pada 2015, mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Abdullah Mahmud Hendropriyono ikut menggagas Esemka dengan menggawangi PT Adiperkasa Citra Lestari dan menggandeng Proton Holdings Berhard dari Malaysia.

Tapi pada akhirnya Adiperkasa bekerja sama dengan Solo Manufaktur membentuk PT Adiperkasa Citra Esemka Hero. Sejak itu muncul beberapa mobil yang kabarnya merupakan mobil Esemka meski bentuknya mirip dengan mobil-mobil asal China alias hanya berganti logo belaka. [VIVA]