Kisruh "Mencla Mencle" Kenaikan BBM Premium Dinilai Bisa Pengaruhi Elektabilitas Jokowi

(Ilustrasi antrian BBM)

[PORTAL-ISLAM.ID] Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengingatkan terkait kisruh kenaikan BBM Premium harus hati-hati, bisa pengaruhi elektabilitas Jokowi.

"Dampak langsung mungkin tidak, tapi kalau sering 'miss' komunikasi antar pejabat pemerintah dan itu banyak diingat masyarakat, bisa jadi mempengaruhi," kata Hendri kepada Antara di Jakarta, Rabu.

Hendri juga mengatakan agar pemerintah berhati-hati dalam memutuskan persoalan kebijakan besar,  khususnya BBM. Sebab Hendri menilai kabinet Presiden Joko Widodo kerap berbeda pendapat dalam memutuskan kebijakan.

"BBM ini hal penting, pengaruhnya besar, ya, jangan lagi lah 'miss' komunikasi, ini sudah sering," kata Hendri.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan Pemerintah akan menaikkan harga bahan bahan bakar minyak (BBM) Premium menjadi Rp 7.000, per liter dari sebelumnya Rp 6.550 per liter. Kenaikan harga akan diumumkan pukul 18.00 WIB.

"Sesuai arahan presiden, premium hari ini jam 18.00 WIB paling cepat, tergantung persiapan Pertamina ke 2.500 SPBU disesuaikan harganya," kata Jonan di Bali, Rabu (10/10/2018), seperti dikutip merdeka.com.

Harga Premium pun sudah sempat naik jadi Rp 7.000.

Namun, hanya berselang satu jam lebih atau sekitar pukul 18.25 WITA, Jonan kemudian membatalkan pengumuman tersebut.

Ia menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kenaikan harga premium (bensin) ditunda.