5 Gebrakan Anies Baswedan yang Jadi Sorotan Publik Selama 1 Tahun Menjabat


[PORTAL-ISLAM.ID] Pada 16 Oktober 2018, genap setahun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin Ibu Kota. Anies yang berpasangan dengan Sandiaga Uno dilantik pada 16 Oktober 2017 setelah mengalahkan petahana.

Meski baru setahun memimpin ibukota, satu per satu janji kampanye sudah Anies tunaikan.

Berikut ini beberapa gebrakan Anies Baswedan yang pernah ramai diperbincangkan.

1. Tutup Hotel Alexis



Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan seluruh operasi di Hotel Alexis. Keputusan ini diambil setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut izin usaha mereka.

Anies mengatakan, pihaknya telah mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) milik PT Grand Ancol Paragon. Di mana PT Grand Ancol Paragon menaungi Hotel Alexis. "Tanggal 22 Maret telah dikirimkan surat pencabutan TDUP atas nama PT Grand Ancol Hotel," kata Anies.

2. KJP Plus Bisa Ditarik Tunai

Anies Baswedan membuat program Kartu Jakarta Pintar (KJP) plus. Jika sebelumnya KJP tidak bisa ditarik tunai, KJP plus ala Anies memberikan kemudahan bagi penerima di mana KJP Plus bisa ditarik tunai. Tarik tunai ini hanya bisa dipergunakan untuk kursus-kursus di luar sekolah, sarapan pagi bagi siswa-siswi ataupun untuk transportasi ke sekolah.

Adapun besaran KJP Plus berdasarkan tingkatannya dan porsi penarikan tunainya sebagai berikut: Siswa SD, senilai Rp 250 ribu, dapat ditarik tunai Rp 100 ribu per bulan. Siswa SMP, senilai Rp 300 ribu, dapat ditarik tunai Rp 150 ribu per bulan. Siswa SMA, senilai Rp 420 ribu, dapat ditarik tunai Rp 200 ribu per bulan. Siswa SMK, senilai Rp 450 ribu, dapat ditarik tunai Rp 200 ribu per bulan.

3. Mempercantik Wajah Jakarta



Ada penampakan yang tak biasa di sekitar Bundaran HI. Tepatnya di tengah area tanah berumput yang di kelilingi jalan raya, berdiri, berdiri karya seni bambu yang dibentuk sedemikian rupa. Seni bambu itu diberi nama Getah Genih, seni instalasi dari bambu menambah cantik wajah ibu kota.

Dia juga menata jalan di jantung Ibu Kota di Simpang Sarinah-Thamrin. Jalan protokol tersebut dilengkapi dengan jalur pedestrian lebar, zebra cross dan Yellow Box Junction (YBJ).

Pemprov DKI Jakarta juga telah membongkar jembatan penyeberangan orang (JPO) di dekat bundaran Hotel Indonesia (HI). JPO itu dinilai menghalangi pemandangan patung selamat datang.

"Sekarang dengan JPO nanti diturunkan, semua orang yang lewat dari Jalan Thamrin ke arah Sudirman akan bisa melihat patung ini juga seperti semula," kata Anies.

Sebagai gantinya, Pemprov DKI Jakarta telah membangun Pelican Crossing. Pelican crossing merupakan fasilitas penyeberangan yang dilengkapi dengan lampu lalu lintas. Biasanya dilengkapi dengan tombol untuk mengaktifkan lampu lalu lintas, bila tombol dipencet maka beberapa saat kemudian lampu bagi pejalan kaki diaktifkan dan menjadi hijau bagi pejalan kaki, dan merah untuk lalu lintas kendaraan.

4. Penghentian Proyek Reklamasi



Pada 26 September 2018, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menghentikan segala proyek reklamasi di wilayahnya. Pengumuman itu disampaikan Anies usai Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (26/9).

"Gubernur secara resmi mencabut seluruh izin pulau-pulau reklamasi tersebut sehingga kegiatan reklamasi di Jakarta bisa saya umumkan hari ini bahwa kegiatan reklamasi telah dihentikan," ujar Anies.

Menghentikan reklamasi adalah bagian dari janji kampanye Anies saat Pilgub DKI 2017 silam.

5. Luncurkan Rumah DP 0 Rupiah



Program Rumah DP Rp 0 resmi diluncurkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai pemenuhan janji kampanye.

"Saya gariskan, semua yang jadi rencana program menjadi janji, kita akan tunaikan satu per satu. Hari ini janji DP Rp 0 kita tunaikan dan insyaallah ini jadi awal bagi tuntasnya masalah perumahan di Jakarta," kata Anies saat peluncuran rumah DP Rp 0 di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat (12/10/2018).

Eks Mendikbud itu menjelaskan adanya program hunian Rumah DP Rp 0 akan membantu warga yang belum punya tempat tinggal berhak milik. Tercatat, kata Anies, 51,7 persen warga DKI tak memiliki rumah tinggal dengan hak milik.

"Kami fasilitasi sekali lagi ini untuk menjawab 51,7 persen warga Jakarta yang tak memiliki rumah tinggal milik. Dengan program ini, insyaallah mereka bisa memiliki rumah tinggal satu per satu," paparnya.

Anies menjelaskan, rumah DP Rp 0 di Klapa Village ini akan memiliki 7 tower. Peluncuran hunian ini sudah sesuai Peraturan Gubernur Nomor 104 Tahun 2018.

(Diolah redaksi portal-islam.id dari Berbagai Sumber)