UAS DIPERSEKUSI Lagi, Menag Lukman: Lapor Polisi Saja


[PORTAL-ISLAM.ID]  Menteri Agama Lukman Saifuddin menyarankan agar Ustaz Abdul Somad melaporkan ke polisi jika merasa diintimidasi.

"Kalau Ustadz Abdul Somad memang merasa sangat terganggu dengan apa yang beliau keluhkan, sebaiknya melaporkan kepada aparat penegak hukum," kata Lukman di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 4 September 2018

Lukman yakin, kepolisian akan dapat menindaklanjuti ancaman dan intimidasi kepada Ustaz Somad. Dengan demikian, ada kejelasan terkait siapa dan apa motif di baliknya.

"Kemudian dalam rangka memberikan keamanan kepada beliau," ujar dia.

Lukman sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi pada Ustaz Somad. Semestinya, kata dia, tak boleh ada bentuk intimidasi apa pun yang mengancam keamanan dan keselamatan jiwa setiap penceramah agama di Indonesia.

"Jadi mestinya setiap penceramah penceramah agama selama sejauh dia menyampaikan ceramah-ceramah keagamaannya yang penuh dengan edukasi dalam rangka menambah dan memperluas wawasan keagamaan masyarakat kita dalam rangka untuk meningkatkan persaudaraan dan persatuan kita sebagai bangsa yang agamis yang senantiasa memegang nilai-nilai agama seharusnya tidak ada intimidasi penghadangan atau gangguan apa pun itu," tutur Lukman.

Menurut Lukman, semua pihak, khususnya aparat kepolisian, memiliki tanggung jawab agar kejadian seperti yang dialami Ustaz Somad tak terjadi. Apalagi Somad adalah mubalig yang selalu menyampaikan khotbah yang positif.

"Beliau juga cukup moderat paham kesamaannya. Tidak ada hal-hal yang prinsipil yang bertentangan dengan misalnya nilai-nilai yang selama ini kita bangun bersama yang bisa mengusik eksistensi kita sebagai sebuah bangsa yang memecah belah dan sebagainya," ungkapnya.

Ustaz Abdul Somad mengaku mendapat ancaman dan intimidasi terkait rencana berceramah di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Alhasil, Ustaz Somad membatalkan rencana ceramahnya.

Hal ini disampaikan Somad lewat akun Instagram miliknya. "Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara, dan Semarang," tulis Somad.

Sumber: TeropongSenayan