Siswa Penari Ratoeh Jaroe Pembukaan Asian Games 2018 Belum Dapat Honor, MPK OSIS Bikin Petisi


[PORTAL-ISLAM.ID] Forum Majelis Perwakilan Kelas (MPK) Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) mengeluarkan petisi terkait honor penari Ratoeh Jaroe Asian Games 2018. Petisi yang diberi judul 'Hak Siswa Indonesia terhadap Fee Asian Games' dikeluarkan di laman Change.org pada Rabu, 19 September sekitar pukul 16.00.

Dalam petisi tersebut Forum MPK OSIS menuntut agar sekolah memberikan honor yang menjadi hak siswa sebagai penari. "Sebagai siswa yang telah menjalankan kewajiban dalam bernegara sudah menjadi kerinduan kami untuk memberikan yang terbaik. Namun, sekarang dimana hak yang seharusnya kami terima setelah pengabdian kami kepada negara?" tulis petisi tersebut.

Hingga siag ini, Jumat (21/9/2018) pukul 13.00, petisi itu telah ditandatangi oleh 5.472 orang. Petisi itu pun mendapat komentar dari orang yang menandatanganinya. Di antaranya dari Rafiansyah Aziz.

“Teman-teman saya keringatnya sudah kering bahkan sudah menguap dan berkondensasi sampe turun hujan, terus diminum, terus jadi keringet, terus kering lagi. HAK SISWA yang sudah berpartisipasi belum juga diterima,” tulisnya.

Rafiansyah tidak mempermasalahkan jika honor yang seharusnya diterima itu mendapat potongan. Hanya saja dia meminta penggunaan dana disampaikan secara transparan. “Selama ini kami menuntut transparansi jawabannya selalu berputar-putar," tulis Rafiansyah Aziz.

Warganet lainnya, Aulia Rahmawati menulis, “Kami bukannya komplain karena uang yang didapat dikit. Kami hanya ingin tahu mengapa yang tadinya bisa mendapatkan 15$ bisa hanya menjadi 3$ saja. Kami ingin tahu rincian potongan dana, bukan minta uangnya ditambah.”

Dalam siaran persnya, panitia pelaksana Asian Games 2018 atau Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) menyatakan telah menuntaskan pembayaran operasional acara pembukaan, termasuk pembayaran honor para penari.

Direktur Media dan Hubungan Masyarakat INASGOC Ratna Irsana mengatakan, untuk penari berasal dari sekolah, uang operasional diberikan melalui sekolah masing-masing. Satu siswa mendapat 15 dolar AS atau sekitar Rp 200 ribu sekali latihan. Jika latihan yang diikuti sebanyak 15 kali maka total honor yang diterima menjadi sekitar Rp 3 juta per anak.

“Inasgoc membayar lewat EO ke sekolah. Dari EO sudah membayar lunas dan kami punya semua dokumen dan bukti transfernya,” kata Ratna, seperti dilansir Tempo.

Seperti diketahui, acara pembukaan Asian Games 2018 yang berlangsung di GBK, Senayan, Jakarta, pada 18 Agustus 2018 berlangsung meriah dan memukau.

Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan sekitar 1.600 penari yang menyajikan tarian Ratoeh Jaroe. Ratoeh Jaroe ini merupakan tari kreasi yang berasal dari Aceh.

Para penari ini membawakan tarian yang indah dengan kecepatan berganti kostum hingga 6 kali dalam waktu singkat.

Saat itu decak kagum bergulir atas penampilan penari Ratoeh Jaroe. Namun ternyata, berakhir dengan kekecewaan.

Link petisi: https://www.change.org/p/pelajar-hak-siswa-indonesia-terhadap-fee-asian-games