Memilih Bersama Siapa?


Memilih Bersama Siapa?

Oleh: Ustadz Abrar Rifai
(Pengasuh Ponpes Babul Khairat Lawang Malang)

Sungguh akan datang setelahku, satu rezim yang berperangai zhalim dan suka berbohong. Siapa saja yang mempercayai kebohongannya dan menyokong kezhalimannya, maka ia bukanlah bagian dariku dan aku bukan bagian darinya, ia tidak akan menemuiku di telaga. Sebaliknya, orang yang tidak mempercayai kebohongan rezim tersebut dan tidak berpihak pada kezhalimannya, ia adalah bagian dariku dan aku bagian darinya, dan ia akan datang menemuiku di telaga.

إِنَّهَا سَتَكُونُ أُمَرَاءُ يَكْذِبُونَ وَيَظْلِمُونَ فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنَّا وَلَسْتُ مِنْهُمْ، وَلاَ يَرِدُ عَلَىَّ الْحَوْضَ وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ، وَسَيَرِدُ عَلَىَّ الْحَوْضَ

Hadis di atas diriwayatkan Imam Ahmad, terdapat di Kitab at-Targhib wa at-Tarhib.

Jarang-jarang juga sih saya mengutip hadis untuk urusan politik. Tapi sesekali bolehlah. Apalagi sepertinya ini pas untuk keadaan sekarang. Dimana kejujuran dan keadilan pemerintah adalah dambaan semua rakyat.

Silakan bersaksi untuk rezim ini. Tiada apapun perilaku dari rezim ini, melainkan semuanya akan segera diketahui publik. Tinggal kita sebagai bagian dari publik memberikan penilaian, rezim sedang berkata benar atau bohong. Rezim ini sedang berlaku adil ataukah zhalim.

Masing-masing kita punya kaca mata. Setiap kita berdiri pada sudut pandang masing-masing. Termasuk bersama siapa kita sedang berdiri dan memandang. Subyektif dan obyektif, nurani tetap akan menjadi wasit antara keduanya. Maka, semoga nurani kita tetap berada dalam kebeningan.

Baiklah, dengan fenomena yang ada, kita tidak akan berdebat apakah Presiden Jokowi suka berbohong atau tidak. Kita juga tidak akan bersitegang, apakah pemerintahan Jokowi sedang berbuat zhalim pada (sebagian) rakyatnya atau tidak. Sekali lagi kita sudah punya pandangan masing-masing.

Tapi yang pasti, air laut tetaplah asin walau sebagian kita menyebutnya tawar. Sebagaimana daun pisang, tetaplah hijau, walau sebagian kita menyebutnya biru.

Yang harus kita cermati, ketika kita memang mendapati kezhaliman dan kebohongan pada suatu rezim, apakah kita menjadi pembangkang atau penyokong. Sebab kebersamaan bersama rezim itu tidaklah lama. Maksimal dua periode atau mungkin sepanjang kehidupan kita saja. Tapi kebersamaan dengan Rasulullah Muhammad SAW itu yang abadi. Insya Allah!

(10 Muharram 1440)