Karangan Bunga Anis Matta, Dipersoalkan Oknum Korsad?


Karangan Bunga Anis Matta

By: Ust. Nandang Burhanudin

(1) "Anis Matta ini sudah layak dipanggil Kyai karena kepandaian dan prilakunya yang baik," ujar (alm) Kiai Maksum, pengasuh pondok Al-Ishlah Bondowoso.

(2) 5 tahun lalu, saat kasus LHI mencuat. AM melakukan roadshow ke wilayah Jatim. Berjumpa ratusan tokoh.

(3) Kunjungan salah satunya kepada Kiai Makshum, kiai Mujahid yang beberapa hari lalu telah menemui Allah Mahapencipta.

(4) Sewajarnya, bila wafatnya Kiai Makshum membuat AM berduka. Karena sedang berada di Luar Negeri, AM meminta secara khusus kepada yang hadir di Jatim.

(5) "Ikhwah yg bisa melayat dan sholat jenazah beliau, sebaiknya diusahakan ke pondok beliau..bagi yg tdk bisa sebaiknya sholat gaib..", pinta AM.

(6) Beberapa menginisiasi untuk membuat karangan bunga a.n. Anis Matta. Belasungkawa yg lazim bagi Kiai Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, Jawa Timur.

(7) Namun disini titik masalahnya. Ada oknum dari unsur Korsad salah satu parpol, menginstruksikan untuk "merapikan" karangan bunga AM. Secara etika, sangat tidak bermoral.

(8) Logika normal juga tidak bisa menerima, motif di balik perintah penghilangan benda mati yg tak membahayakan atau teror. Belajar siaga dan waspadanya entah dari siapa.

(9) Saya kebetulan mendapat imformasi nama oknum berikut status pekerjaannya. Semoga saja yg bersangkutan mawas diri, sebegitukah kebencian pada AM sampai ke tiang bambu belasungkawa mau dirobohkan?

(10) Jika memang perintah atasan dan atasan atasannya, semoga Allah membukakan pintu ampunan, sebab mengulang hal yg sama, sebagaimana AM pernah dihalang2i menyampaikan kalimat takziah di pemakaman (alm) Ust. Taufiq Ridla.

***

[Twit Anis Matta atas wafatnya Kiai Maksum Bondowoso]


[Soal Karangan Bunga AM, beredar di Sosmed. Pic dari akun twitter @Geyelicius]

Sumber pic: https://twitter.com/Geyelicius/status/1040606081049747457