Bawaslu Susun Materi Khotbah Menjelang Masa Kampanye Pilkada 2018, ADA YANG PANIK???


Bawaslu Susun Materi Khotbah Menjelang Masa Kampanye Pilkada 2018

Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum Rahmat Bagja mengatakan materi khotbah menjelang masa kampanye pilkada serentak 2018 harus diisi dengan sesuatu yang menentramkan. Dia mengaku pihaknya sedang menyusun kerja sama dengan sejumlah pemuka agama terkait dengan penyusunan materi khotbah tersebut.

"Kami sekarang lagi menyusun kerja sama dengan pemuka agama, KWI PGI, agar khotbah-khotbah menjelang pilkada, kampanye, diisi dengan hal-hal menenteramkan," kata Rahmat dalam diskusi Setara Institute di AOne Hotel, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Februari 2018.

Hal yang sama dilakukan dengan menyusun materi untuk salat Jumat. Rahmat beralasan, penyusunan materi khotbah agar mencegah hal yang dialami saat pilkada DKI Jakarta 2017.

Ia menuturkan, selama satu bulan kampanye, banyak khotbah berkaitan dengan Surat Al-Maidah ayat 51. Menurut dia, hal itu sebetulnya boleh saja disampaikan. "Tapi enggak setiap Jumat didengar. Biarkan pemilihan menjadi urusan pribadi," katanya.

Materi khotbah yang sedang disusun, kata dia, akan berisi hal-hal menyejukkan. Ia menganggap, jika materi khotbah tak menjadi perhatian selama kampanye, akan sangat bermasalah. Sebab itu dia mengajak para pemuka agama untuk bersama-sama menyusun kurikulum materi khotbah yang jauh dari politik, suku, ras, dan agama.

Kendati begitu, Rahmat menegaskan, hal tersebut hanya bersifat seruan, bukan wajib. "Kami hanya buat materi, disebarkan ke NU, MUI, dan Muhammadiyah untuk disebarkan ke masjid-masjid agar kalau berkenan dipakai jika masuk kampanye," ucapnya.

Adapun untuk agama lainnya, Rahmat menjelaskan, bisa melalui selebaran yang berkaitan dengan pilkada dan dibagikan ke peserta misa. "Demikian juga PGI punya banyak gereja-gereja sehingga kemudian khotbah tokoh agama di hari Minggu menciptakan situasi yang aman tentram dan damai," katanya.

Link: https://pilkada.tempo.co/read/1058817/bawaslu-susun-materi-khotbah-menjelang-masa-kampanye-pilkada-2018

***

Penentuan dan pengaturan materi Khutbah ini menuai reaksi Umat Islam.

Hidayat Salam: "Al-qur'an adalah pembeda antara yg haq dan yg bathil, termasuk didalamnya surah al maidah ayat 51.  Justru hal ini harus lebih sering disampaikan kpd umat islam menjelang pilkada dan pil2 yg lainnya agar umat islam tidak salah dalam memilih pemimpinnya..."

Boyrun Yo Digdoyyo: "Yg tidak butuh suara umat islam sdg panic...
Ayo pak khotib, cerahkanlah para umat. Agar gk jatuh ke lubang yg sama 2x."

Abd Hamid Ridho: "Mulai berusaha agar umt islam tdk mnghiraukan agamanya saat mmlih..."

Iyan Nurdiansyah: "Kamprett kampreet sejak kapan bawaslu ngurusin khutbah hahaha aya aya waelah"

Sapardiman Sapardiman: "ITULAH BUKTI, TAKUTNYA ORANG2 APABILA UMAT MUSLIM BERSATU..... OLEH KARENA ITU, BERSATULAH UMAT MUSLIM DENGAN MEMILIH PEMIMPIN MUSLIM YANG AMANAH PADA PILKADA SERENTAK DAN PILIH PARTAI YANG MEMBELA ISLAM PADA PILEG 2019.."


IMG42

IMG42
Baca juga :