TUHKAN! Eks Jurnalis Senior: Kita Ribut Setnov, Sementara Ada 3 BUMN Tambang Akan Dihapus Status Persero


Antam Cs Tak Lagi Berstatus Persero, Nasibnya Bakal Kayak Indosat

Rencana pembentukan induk usaha (holding) di sektor pertambangan segera terealisasi.

Hal ini ditandai dengan rencana penghapusan status persero pada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam), PT Bukit Asam (Persero) Tbk dan PT Timah (Persero) Tbk yang sejati akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada Rabu 29 November 2017.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengungkapkan, perubahan status tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi Non-Persero merupakan upaya swastanisasi pemerintah terhadap perusahaan milik Negara. Berangkat dari hal tersebut, Agus pun mendesak pemerintah mengevaluasi ulang wacana penghapusan status persero pada tiga BUMN tersebut.

"Apa ini upaya oknum negara bisa bebas jual saham tanpa izin DPR? Saya sudah berupaya mencegahnya dengan mengajukan Judicial Review ke MA bersama Pak Mahfud MD, tapi kalah," kata Agus di Jakarta, Rabu (14/11/2017).

Link: https://economy.okezone.com/read/2017/11/15/320/1814265/antam-cs-tak-lagi-berstatus-persero-nasibnya-bakal-kayak-indosat

***

Catatan Nanik Sudaryati
(Eks jurnalis senior)

Kita ribut Papa, sampai kita gak tahu tiga BUMN tambang kita tiba-tiba sekarang dilebur dibuat holding (sebentar lagi disahkan). Ketiga perusahaan tambang tersebut adalah PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk.

Ketiga BUMN itu sangat-sangat sehat dan sudah Tbk atau telah menjadi perusahaan public. Jadi sungguh tidak masuk akal mereka dilebur.

Menjadi aneh dalam kaca mata saya sebagai mantan wartawan ekonomi, tiga holding yang dilebur itu kemudian merger atau bersatu menjadi anak usaha PT Inalum (tadinya perusahan asing Jepang dan pada tahun 2013 menjadi milik pemerintah). Ketiga Perusahaan itu (Aneka Tambang, Bukit Asam dan PT. Timah) masing-masing harus menyerahkan 65 persen sahamnya ke PT Inalum sebagai penyertaan.

Sebagai tambahan informasi di PT Inalum itu (melalui kepemilikan Pemerintah Daerah Sumut) ada saham orang dekat penguasa (Anda taulah). Sungguh trik dan pat gulipat jitu, bagaimana bisa seseorang bisa menjadi pemilik sahan tiga perusahaan BUMN sangat-sangat sehat tanpa harus membeli atau mengeluarkan duit.

Lalu arahnya mau kemana? Setelah tiga BUMN sehat tadi melebur kemudian merger dengan PT Inalum, maka pemerintah akan melakukan penyertaan modal, atau suntikan modal ke PT Inalum, dan akan membeli saham Freeport! Luar biasa! Rakyat ribut Papa nabrak tiang liatrik, tiga BUMN kita yang amat sangat sehat lenyap. Selamat tinggal PT Aneka Tambang, PT Timah dan PT Bukit Asam. Dengan alasan supaya lebih kuat kalian dilebur, karena kalian harus bergabung dengan PT Inalum yang baru jadi milik pemerintah di akhir pemerintahan SBY.

Sungguh aneh perusahaan yang super sehat dipaksa melebur dan merger dengan perusahaan yang belum Tbk.

Dimana-mana yang terjadi perusahaan yang sudah listed biasanya yang menjadi lead, ini justru tiga perusahaan listed harus menjadi anak perusahaan perusahaan yang belum listed. SIAPA BERMAIN??????

Kemana DPR, kemana LSM, wahai para wartawan dimana nurani kalian atas bakal lenyapnya tiga BUMN tambang legendaris ini?

Sumber: fb Nanik Sudaryati

***

Makanya jangan lugu ketipu berkali-kali dengan drama picisan... girang banget dapet mainan tiang listrik, seneng ikut jadi tim hore...


Baca juga :