Kasus Novel Lamban, Mantan Ketua KPK: Jokowi LELET


[PORTAL-ISLAM.ID]  Presiden Joko Widodo dinilai lamban dalam merespons kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik KPK Novel Baswedan pada 11 April 2017 lalu.

Seharusnya Jokowi bisa mencontoh langkah Presiden ke-5 Susilo Bambang Yudhoyono yang ketika itu membentuk Tim Independen saat kasus Cicak vs Buaya mencuat.

"Itu langkah Pak SBY yang waktu itu efektif, cepat. Lah ini ndak. Berarti sudah terlambat. Sekarang apakah efektif? Efektif atau enggak tergantung kepolisian, bukan KPK," ucap mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas usai menghadiri peresmian Sekolah Anti Korupsi ICW di Balai Kartini, Selasa, 1 Agustus 2017.

Menanggapi sikap Presiden Jokowi yang memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian kemarin, Busyro menilai pertemuan itu memiliki makna sendiri.

Meski dinilai terlambat, Busyro menyarankan agar Jokowi segera bentuk Tim Independen di luar Polri untuk mengungkap kasus kekerasan yang dialami Novel Baswedan.

"Iya di luar Polri. Mau enggak Presiden? Kalau memenuhi nawacitanya meskinya segera dibentuk. Apa ruginya?" tandasnya.

Baca juga :