Prabowo dan Banyumas, ADA APA? By Zeng Wei jian


[PORTAL-ISLAM.ID]  Professor John Antonakis bertanya, "Is there a specific leadership gene?"

Lead scientist dari Universitas College London menyatakan, "We have identified a genotype, called rs4950, which appears to be associated with the passing of leadership ability down through generations."

Jadi jawabannya; "iya". Genetik membuktikan pemimpin itu dilahirkan. Bukan di-engineering via pencitraan.

Nasib mengantar tukang kayu jadi raja. Tapi genetiknya tidak pas. Tanpa Genotype rs4950, si tukang kayu tidak punya kualifikasi sebagai pemimpin.

Mungkin, faktor darah (bloodline) itu triger sistem "hereditary monarchy". Keturunan Genghis Khan, King Alfred The Great, sampai Ken Arok pastinya menurunkan DNA rs4950.

Misalnya, Prabowo Subianto. Dia keturunan 15 dari Raden Joko Kaiman pendiri Kabupaten Banyumas.

Raden Joko Kaiman tokoh penting dalam 'Gegeran Kadipaten Wirasaba' semasa Sultan Hadiwijaya dari Pajang berkuasa. Dia mencegah perang dengan membagi Wirasaba menjadi empat wilayah: Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara dan Banyumas.

Dari situ Raden Joko Kaiman mendapat gelar "Adipati Mrapat".

Menurut KH.Abdullah Faqih Cemoro, seorang ahli nasab, Adipati Mrapat merupakan cicit dari Raden Fattah, Pendiri Kerajaan Demak Bintoro. Urutannya: Adipati Mrapat bin Pangeran Haryo Joyohadikusumo bin Pangeran Sekar Seda Lepen bin Raden Fattah yang bergelar "Sultan Alam Akbar al Fatah".

Jadi, Pak Prabowo punya relasi sangat dekat dengan Banyumas. Karena kurang informasi, Banyumas jadi basis PDIP dan PKB.

Seandainya semua orang Banyumas tau ini, niscaya mereka akan balik arah dan menjadi pendukung kuat Pa Prabowo dan Gerindra.

Dari silsilah trah ini, konklusi garis bloodline bisa ditarik. Pak Prabowo punya gee pemimpin (rs4950). Karena Raden Fattah keturunan Brawijaya Majapahit. Artinya, keturunan Ken Arok.

Sedangkan mereka yang nggak punya DNA rs4950 sebaiknya serut kayu saja.

Penulis: Zeng Wei Jian