Catut Nama Tokoh Nasional, Akhirnya, FKRPJ MINTA MAAF.


[PORTAL-ISLAM.ID]  Forum Komunikasi Relawan Pemenangan Jokowi  menyampaikan permohonan maaf kepada tokoh ulama, tokoh adat dan ninik mamak, tokoh cendikiawan, cerdik pandai dan tokoh pemuda yang telah mereka catut namanya.

Atas nama ketua FKRPJ Mirwan Pulungan dalam keterangnya kepada harianhaluan.com selaku sekretaris, Jumat 3 Agustus 2018 mengatakan bahwa formatur telah meninjau kembali keputusan yang telah disampaikan sebelumnya.

Dalam keputusan sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Relawan Jokowi (Rejo) Sidarto Danusubroto mengukuhkan sejumlah nama anggota FKRPJ 2019 Sumbar, di Kryard Hotel Bumi Minang, Kamis, 2 Agustus 2018.

Dijajaran Dewan Pengurus ada nama Mayjen TNI (Purn) Hartind Asrin sebagai Ketua dengan Wakil Ketua Muhammad Husni Nahar, Fauzi Bahar, Dicky Syambara, Dian Ikhwan, Bernando Sinaga, Abdul Aziz Malin Sampono, dan Edi Erman. Sekretaris dipercayakan kepada Mirwan Pulungan dengan Wakil Baharuddin Jamil. Bendahara diamanahkan Kepada Yulviadi dan Wakil Bendahara Teguh.

Untuk Koordinator Wilayah masing-masing dipercayakan kepada Yusman Kasim (Kota Padang), Rudi Chandra (Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai), Khairunnas (Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan), Mahyudin (Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman), Atos Pratama (Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat), Jon Rifki (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota), Irza Raferdi (Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam), dan Novi Hendra (Kota Padang Panjang, Kota Sawahlunto, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya.


Sedangkan dijajaran Dewan Penasehat ada nama Buya Masoed Abidin, Tuanku Bagindo H. M. Letter, Syofwan Karim Elha, Hendra Irwan Rahim, Buya Gusrizal Gazahar, Ganefri, Tafdil Husni, Musliar Kasim, Eka Putra Wirman, KH. Zainal, Duski Samad, Tuanku Mudo Ismet, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Boy Lestari Datuk Palindih, Insanul, Ramal Saleh, Manaon Lubis, Rizaldi Algamar, Benny Muchtar, Yurdin, dan Haynes Ade.

Setelah menimbang berbagai usulan, saran, pendapat dan permintaan tokoh maka FKRPJ meminta bantuan kepada Haluan, agar menjadi penyambung permohonan maaf yang disampaikan dengan setinggi-tingginya kepada seluruh nama yang tersebut di atas,  atas kekhilafan dan kesalahan yang telah dilakukan FKRJP, jelasnya.

Mirwan Pulungan menambahkan, bahwa nama-nama dewan penasehat tersebut tidak akan lagi dicantumkan. Namun untuk dewan penasehat akan diganti dengan penyebutan tokoh ulama, tokoh adat dan ninik mamak, tokoh cendikiawan, cerdik pandai dan tokoh pemuda.

Sumber: Haluan

----

Warganet pun berkomentar.