Capres-Cawapres Memasuk Babak Brutal, Koalisi Oposisi Terancam


[PORTAL-ISLAM.ID]  Masalah capres-cawapres, mulai memasuki babak brutal. Setelah Ustad Abdul Somad (UAS) hampir pasti tak bisa maju menjadi cawapres untuk PS, menit-menit terakhir ini ditandai oleh operasi yang bertujuan untuk menghentikan Prabowo Subianto (PS) secara total.

Orang-orang Partai Demokrat (PD) mulai memaki-maki PS karena tidak mengambil AHY sebagai cawapres. Andi Arief, Wasekjen PD, mencap PS sebagai “jenderal kardus”. Suatu sebutan yang sangat tak pantas keluar dari mulut seorang politisi senior.

Tapi, bisa jadi ucapan kotor itu dilontarkan sebagai isyarat bahwa PD sekarang akan meninggalkan koalisi oposisi yang dipimpin PS. Pertanda lain adalah penolakan PD menerima kunjungan PS ke rumah SBY di Kuningan.

Selain ulah PD, pimpinan Partai Amanat Nasonal (PAN) juga memberikan isyarat untuk keluar kubu PS. Mereka kabarnya akan bergabung ke kubu Jokowi.

PKS? Wallahu a’lam. Mereka bersikeras agar pimpinan tertinggi partai, Ustad Salim Segaf (USS) dijadikan cawapres. Sedangkan PS menginginkan UAS.

Sekarang, besar kemungkinan koalisi akan pecah berantakan. Jika ini terjadi, sangat pantas diduga bahwa semua ini merupakan hasil kerja operasi siluman yang bertujuan untuk menghadang PS.

Sayang sekali partai-partai koalis oposisi punya masalah masing-masing. Punya ego yang terlampau kuat. Atau, bisa jadi juga sudah ada berbagai deal yang menjanjikan transaksi besar. Luar biasa.

Inilah demokrasi yang terburuk di dunia. Praktik demokrasi yang paling kotor. Rakyat hanya bisa urut dada sambil bersedih. Tidaklah terlalu salah kalau dikatakan bahwa semua partai politik di Indonesia melakukan perbuatan keji.

Banyak warga PKS yang mengklaim bahwa mereka adalah partai terbaik. Wallahu a’lam. Boleh jadi. Tetapi bagi saya, gonjang-ganjing cawapres dalam seminggu belakangan dan nasib koalisi oposisi saat ini bisa dicegah seandainya PKS melakukan sesuatu yang tak mungkin dilaksanakan oleh pihak lain.
Masih mungkinkah koalisi diselamatkan? Kelihatannya berat.

Dalam situasi seperti sekarang, Pak PS sangat bingung. Pertama menghadapi persoalan UAS dan USS, setelah itu keinginan AHY menjadi cawapres, dan kemudian sekarang kemungkinan PS terpaksa menggandeng Sandiaga Uno (SU) sebagai cawapres.

Kalau akhirnya SU dimunculkan sebagai cawapres, berarti PS melangkah di luar koridor ijtima’ ulama (IU). Bisa jadi PS akan dipersepsikan melawan IU. Pastilah akan dicerca ramai-ramai. Namun bagi orang yang mengerti situasi, mereka bisa memahami posisi dan langkah PS.

Sekarang, babak brutal urusan capres-cawapres telah menyingsing. Operasi siluman bawah tanah untuk menjegal PS semakin menampakkan sosoknya. Sudah bisa kita kenali wajah-wajah mereka.

Penulis: Asyari Usman