BEDA AKHLAK Pendukung Jokowi dan Prabowo: Yang Satu Nyampah, Yang Satu Munguti Sampah


[PORTAL-ISLAM.ID]  Pendaftaran bakal calon presiden dan calon wakil presiden 2019-2024 sudah ditutup. Kali ini, Jokowi bakal berpasangan dengan Ketua MUI, KH Ma'aruf Amin. Sementara Prabowo Subianto akan berpasangan dengan Wagub DKI Sandiaga Uno.

Namun, ada sesuatu yang luput diperhatikan masyarakat di tengah gegap gempitanya pencalonan capres dan cawapres tersebut.

Jumat, 10 Agustus 2018 pagi Jalan depan Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, kembali dibuka setelah pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mendaftar untuk maju di Pilpres 2019. Jokowi-Ma'ruf meninggalkan Gedung KPU sekitar pukul 10.35 WIB.

Setelah jalanan dibuka, pasukan oranye langsung sigap mengambil sapu dan pengki. Mereka langsung membersihkan sampah plastik hingga dedaunan di jalan seberang KPU yang sempat digunakan relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf saat sedang mendaftar.

"Kami dari Kelurahan Menteng. Dari pagi kita sudah di sini. Bisa sampai sore ini," kata salah satu pasukan oranye bernama Asep, Jumat 10 Agustus 2018.

Meski begitu, Asep dan kawan-kawannya tak berani menegur para relawan pendukung yang sedang bersuka cita agar tak membuang sampah sembarangan.

Hal berbeda terjadi ketika Prabowo dan Sandiaga selesai mendaftar di KPU.

Massa dari pendukung Prabowo-Sandiaga terlihat membersihkan sisa sampah yang berserakan di depan halaman Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat 10 Agustus 2018.

Riuhnya semarak pendukung kandidat Prabowo-Jokowi meninggalkan jejak euforia dalam bentuk sampah yang berserakan di mana-mana. Meski demikian, para pendukung Prabowo-Sandi tampak apik membersihkan sisa-sisa sampah tersebut.

Salah satunya Amin, yang saat dijumpai sedang memungut sampah yang berserakan.

"Antusiasme warga sangat besar dalam pilpres ini, ya semoga aja dalam pagelaran ini semua pendukung tetap tertib," ujar Amin, di depan gedung KPU, Jumat 10 Agustus 2018.

Meski massa pendukung dari Prabowo terlihat lebih bersemangat dan berapi-api dalam orasi persuasifnya, mereka terlihat tertib setelah meninggalkan ke gedung KPU, dibandingkan dengan pendukung Jokowi yang meninggalkan jejak sampah dalam dukungannya di tempat yang sama.