ACTA Berharap Prabowo-UAS Segera Didaftarkan ke KPU


[PORTAL-ISLAM.ID] Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) resmi mendeklarasikan dukungannya kepada Ustadz Abdul Somad (UAS) sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo Subianto.

Dukungan ACTA disampaikan secara resmi di Sekretariat ACTA kawasan Jalan Utan Kayu No.70, Matraman, Jakarta Timur. Ketua ACTA Kris Ibnu mengatakan, ada tiga alasan ACTA mendukung Ustadz Abdul Somad mendampingi Prabowo sebagai cawapres.

"Pertama, UAS adalah tipikal ulama toleran, sejuk dan pemersatu. Komitmen beliau pada Pancasila, NKRI serta kebhinekaan sangat tegas dapat kita lihat pada ceramah-ceramah beliau. Beliau dapat diterima oleh berbagai kelompok yang kerap berbeda pendapat," kata Kris membacakan deklarasi.

Kedua, ia melihat latar belakang Ustadz Abdul Somad bisa saling melengkapi dengan Pak Prabowo dalam konteks hitungan elektoral.

"Pak Prabowo sosok nasionalis, UAS religius, Pak Prabowo militer, UAS sipil, Pak Prabowo Jawa, UAS luar Jawa, Pak Prabowo senior dan berpengalaman, UAS tokoh muda yang cerdas. Dapat dipastikan jika UAS akan memperluas segmen pendukung Pak Prabowo," ujarnya.

Ketiga, Ustadz Abdul Somad merupakan tipe anak muda cerdas yang kritis terhadap berbagai persoalan kebangsaan dan tidak sekedar menjilat kekuasaan. Figur UAS juga didukung ilmu yang tinggi.

"Kadar keilmuan beliau juga cukup tinggi sehingga tidak akan mendapatlkan kesulitan dalam membantu Pak Prabowo memcahkan persoalan-persoalan kebangsaan," ucapnya.

Dengan adanya deklarasi ini, ia berharap agar pasangan Prabowo-Ustadz Abdul Somad ini bisa segera didaftarkan ke KPU agar kita bisa segera melakukan konsolidasi pemenangan.

"Kami akan siap mengamankan pencalonan dan pemenangan Prabowo-UAS dari segi hukum," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina ACTA Habiburokhman mengatakan, fakta bahwa seorang ulama menjadi capres atau cawapres adalah bukan hal yang baru. Sebelumnya ada nama Abdurahman Wahid alias Gusdur pernah menjadi Presiden Indonesia.

"Fakta UAS bahwa ulama bagus dan bukan hal baru dalam politik capres cawapres. Kita punya Gusdur dan tidak masalah ulama jadi cawapres," katanya.

Menurutnya, Ustadz Abdul Somad banyak diterima oleh berbagai kalangan dan bisa melengkapi Prabowo. Ia juga menilau Ustadz Abdul Somad bukan merupakan sosok ulama yang ambisi mendapatkan jabatan.

"Kepercayaan masyarakat kepada beliau begitu besar dan kalau mendapatkan mandat siap melaksanakan. Jabatan bukan diminta dan dicari tapi amanah," lanjut anggota Dewan Pembina Gerindra itu.

Hal yang sama diungkapkan oleh Wakil Ketua ACTA Novel Bamukmin. Menurutnya, langkah deklarasi mendukung Ustadz Abdul Somad menjadi cawapres Prabowo adalah mengakomodir aspirasi masyarakat bawah yang sangat tinggi.

"UAS mewakili kalangan muda. Diterima oleh NU, Muhammadiyah dan ormas lainnya. Lalu baik di Indonesia timur dan tengah diterima," katanya.

Ia tak menampik memang selama ini tak ada pengakuan bahwa Ustadz Abdul Somad menerima atau menerima hasil ijtima ulama yang menginginkan Ustaz Abdul Somad menjadi cawapres. Untuk itu, ia meminta partai koalisi untuk melihat situasi tersebut. Hal ini dikarenakan Ustadz Abdul Somad bukan sosok ulama yang ambisius.

"Ulama tidak ambisi politik dan kekuasaan. Pimpinan ulama 212 sudah bertemu UAS di Palembang. Menerima langsung tidak, tidak menerima juga tidak. Partai koalisi harus cerdas. UAS tidak mau mengajukan diri itu akhlak ulama," ucapnya. [VIVA]